Citroën Hidupkan Lagi 2CV Setelah 36 Tahun, Kini Berubah Jadi Mobil Listrik
Suara Kalbar – Nama 2CV kembali muncul dalam rencana pengembangan Citroën. Setelah lebih dari tiga dekade tidak diproduksi, mobil ikonik asal Prancis tersebut akan dihidupkan kembali dengan mengusung teknologi kendaraan listrik murni atau electric vehicle (EV).
Citroën berencana memperkenalkan mobil konsep 2CV listrik dalam ajang Paris Motor Show yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober 2026.
Kehadiran model baru tersebut menjadi bagian dari upaya Citroën membawa karakter 2CV klasik ke era kendaraan modern. Konsep keterjangkauan, kepraktisan, serta desain yang mudah dikenali menjadi sejumlah unsur yang ingin dipertahankan.
Berbeda dengan sekadar kendaraan konsep untuk dipamerkan, Citroën disebut tengah mempersiapkan versi produksi dari model tersebut. Mobil listrik ini ditargetkan mulai masuk pasar pada 2028.
Dibanderol di Bawah Rp250 Juta
Salah satu hal yang menarik perhatian dari rencana tersebut adalah target harga. Citroën disebut membidik harga awal di bawah €15.000, atau sekitar Rp250 jutaan, sebelum memperhitungkan insentif pemerintah.
Jika target tersebut dapat direalisasikan, 2CV listrik berpotensi menjadi salah satu mobil penumpang listrik dengan harga paling terjangkau dalam jajaran Citroën.
Posisinya bahkan diproyeksikan berada di bawah Citroën C3 dalam struktur harga produk kendaraan listrik perusahaan tersebut.
Strategi itu sekaligus menunjukkan upaya Citroën memasuki pasar mobil listrik murah yang semakin kompetitif di Eropa. Sejumlah produsen seperti Renault, Dacia, dan Volkswagen juga tengah mengembangkan kendaraan listrik dengan harga yang lebih terjangkau.
Desain Masih Membawa Ciri 2CV
Meski hadir sebagai kendaraan listrik, identitas visual 2CV tetap menjadi bagian penting dari rancangan model baru tersebut.
Dalam materi pratinjau yang dibagikan Citroën melalui media sosial, sejumlah elemen desain lama terlihat kembali diinterpretasikan dalam bentuk modern.
Kap mesin dengan garis-garis tegas, lampu depan berbentuk bundar yang menonjol dari bagian fender, serta desain roda bernuansa retro menjadi beberapa detail yang mengingatkan pada 2CV generasi awal.
“Siluet bodi dan penempatan lampu sein di sekitar pilar C juga mempertegas identitas klasik 2CV,” tulis Yahoo Auto, Selasa (6/10/2026).
Namun, Citroën belum mengungkap seluruh spesifikasi teknis kendaraan tersebut. Detail seperti kapasitas baterai, jarak tempuh, tenaga motor, hingga kemampuan pengisian daya masih menunggu pengumuman lebih lanjut.
Menggunakan Platform EV Kecil
Untuk menjaga biaya produksi tetap rendah, mobil tersebut diperkirakan menggunakan platform kendaraan listrik berukuran kecil yang dikembangkan untuk pasar Eropa.
Pendekatan tersebut sejalan dengan target Citroën menghadirkan kendaraan listrik yang lebih terjangkau bagi konsumen.
Apabila harga di bawah €15.000 benar-benar dapat dicapai, 2CV listrik akan menempati posisi penting dalam strategi kendaraan listrik Citroën, terutama di segmen mobil perkotaan dengan harga relatif terjangkau.
Menghidupkan Kembali Nama Legendaris
2CV memiliki sejarah panjang dalam industri otomotif Prancis. Model tersebut pertama kali diperkenalkan kepada publik pada Paris Motor Show 1948.
Selama masa produksinya, 2CV dikenal sebagai kendaraan sederhana yang menawarkan kepraktisan dan kenyamanan, termasuk karakter suspensinya yang menjadi salah satu ciri khas.
Produksi 2CV kemudian berakhir pada 1990 setelah mencapai sekitar 5,1 juta unit.
Lebih dari tiga dekade setelah produksi terakhirnya, Citroën kini mencoba membawa kembali nama tersebut melalui teknologi listrik.
Jika rencana produksi 2028 berjalan sesuai target, 2CV generasi baru tidak hanya menjadi upaya menghidupkan kembali sebuah nama lama, tetapi juga menjadi bagian dari persaingan kendaraan listrik murah di Eropa.
Citroën pada akhirnya akan menghadapi tantangan untuk mempertahankan karakter ikonik 2CV sekaligus memenuhi tuntutan kendaraan modern, terutama dari sisi harga, efisiensi, teknologi, dan kebutuhan mobilitas perkotaan.
Sumber: Beritasatu.com






