Pemuda Bergerak, Masjid Menguat, Desa Hebat: Karang Taruna dan Remaja Masjid Didorong Jadi Penggerak Generasi Muda
Sambas (Suara Kalbar) – Pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kemajuan desa. Karena itu, Karang Taruna dan Remaja Masjid didorong untuk tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang produktif, religius, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan sosial.
Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan bertema “Pemuda Bergerak, Masjid Menguat, Desa Hebat” yang mengangkat tema Peran Karang Taruna dan Remaja Masjid dalam Membangun Generasi Muda yang Produktif, Religius, dan Peduli Sesama. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Sebangun.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Bayu, M.Pd., akademisi Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) sebagai pemateri. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan penguatan kapasitas pemuda agar mampu mengambil peran nyata dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan pembangunan desa.
Dalam penyampaiannya, Dr. Bayu menekankan bahwa pemuda merupakan aset penting bagi keberlanjutan pembangunan desa. Energi, kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta kepedulian sosial yang dimiliki generasi muda perlu diarahkan melalui kegiatan-kegiatan yang positif dan produktif.
“Pemuda jangan hanya menjadi penonton dalam pembangunan desa. Pemuda harus hadir sebagai pelaku, penggerak, sekaligus bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat,” ujar Dr. Bayu.
Menurutnya, Karang Taruna memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kegiatan kepemudaan, sosial, ekonomi kreatif, olahraga, pendidikan, dan kebudayaan. Sementara itu, Remaja Masjid dapat menjadi pusat pembinaan karakter dan spiritual generasi muda melalui kegiatan keagamaan yang dikemas secara menarik dan relevan dengan kehidupan anak muda.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan generasi. Dari masjid, kita dapat membangun pemuda yang memiliki karakter, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, dan semangat memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemuda, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar program kepemudaan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi bagian dari agenda pembangunan desa.
Dalam konteks tersebut, pemuda diharapkan mampu mengembangkan berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, lingkungan, olahraga, hingga pengembangan keterampilan dan kewirausahaan.
Sementara itu, Kepala Desa Sebangun, Sarbini, M.Pd., memberikan dukungan terhadap penguatan peran pemuda dalam pembangunan desa. Menurutnya, keberadaan pemuda yang aktif dan memiliki kepedulian merupakan modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih maju.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara Karang Taruna, Remaja Masjid, pemerintah desa, serta masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pemuda diharapkan mampu membangun semangat kebersamaan dan menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata.
Semangat “Pemuda Bergerak, Masjid Menguat, Desa Hebat” pada akhirnya bukan sekadar slogan, tetapi menjadi ajakan agar generasi muda berani mengambil peran. Pemuda yang aktif, masjid yang hidup dengan kegiatan positif, serta masyarakat yang saling peduli menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan desa yang maju dan berdaya.
Dengan demikian, pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang membangun manusia. Dan dalam proses tersebut, pemuda merupakan salah satu kekuatan utama yang perlu terus diberikan ruang untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






