SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sanggau Wabup Sanggau Hadiri Festival Moon Cake di Pekong Tri Dharma, Dorong Jadi Event Tahunan  

Wabup Sanggau Hadiri Festival Moon Cake di Pekong Tri Dharma, Dorong Jadi Event Tahunan  

Juri saat menilai Kue Bulan di Pekong Tri Dharma (suarakalbar.co.id/cok)

 

Sanggau (Suara Kalbar) – Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menghadiri perayaan Festival Kue Bulan atau Moon Cake di Pekong Tri Dharma Sanggau, Kamis (24/09/2026).

Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival merupakan tradisi sub suku Tionghoa yang dirayakan sebagai bentuk pelestarian adat turun-temurun.

Wabup Susana mengatakan, kehadirannya sebagai bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sanggau terhadap pelestarian budaya Tionghoa di Sanggau.

“Pada hari ini kita hadir di Pekong Tri Dharma Kabupaten Sanggau dalam rangka perayaan Festival Kue Bulan yang merupakan tradisi sub suku Tionghoa dan ini merupakan pelestarian adat yang merupakan turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Wabup Susana.

Ia berharap tradisi tersebut terus dilestarikan hingga ratusan tahun ke depan.

“Harapan saya 5 tahun, 10 tahun dan bahkan ratusan ribuan tahun tentunya tetap akan dilestarikan. Tentunya dukungan Pemerintah Kabupaten Sanggau, kehadiran saya juga tentunya pada hari ini mau support penuh,” katanya.

Wabup menilai festival ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi event tahunan pariwisata Kabupaten Sanggau. Meski saat ini belum dikemas secara maksimal, ke depan festival ini bisa dikolaborasikan dengan event budaya lain seperti Cap Go Meh.

“Walaupun ini belum dikemas dengan baik karena mereka panitia juga belum membuat proposal kepada pemerintah sesuai dengan mekanisme, namun tentunya ada Cap Go Meh dan nanti bisa kolaborasi untuk festival kue bulan sehingga ini akan bisa menjadi salah satu event tahunan yang menjadi ajang pelestarian festival budaya di Kabupaten Sanggau,” jelasnya.

Menurutnya, jika dikemas dengan baik, Festival Kue Bulan akan berdampak pada peningkatan ekonomi, pariwisata, perhotelan, rumah makan, UMKM, kafe, hingga sektor pertanian, perkebunan dan peternakan.

“Harapan kita bisa menjadi ajang pariwisata dan mendongkrak ekonomi yang ada di Kabupaten Sanggau. Baik itu di bidang perhotelan ya terutama rumah makan dan juga UMKM serta kafe yang artinya transportasi pertanian dan perkebunan serta juga peternakan tentunya akan berdampak apabila ini dikemas,” ungkapnya.

“Harapan kita pengunjungnya bukan hanya masyarakat Sanggau saja tetapi dari 15 kecamatan, 163 desa bahkan se-Kalbar dan bahkan internasional dari negara tetangga Malaysia pun juga akan bisa hadir jika ini dikemas dengan baik,” tambahnya.

Wabup juga memaknai Festival Kue Bulan sebagai simbol keharmonisan, kekeluargaan, dan pemersatu.

“Terima kasih sekali lagi kepada seluruh masyarakat Tionghoa untuk merayakan tentunya Mooncake ini, kue bulan yang merupakan tradisi merupakan salah satu pelestarian adat dan budaya. Artinya tanda kue bulan ini yaitu keharmonisan dan kekeluargaan, kemakmuran. Artinya dengan makan kue ini mereka dari jauh pun bisa dipersatukan,” ucapnya.

“Harapan kita inilah untuk pemersatu keluarga dan inilah artinya dengan ada Mooncake di Kabupaten Sanggau harapan kita untuk mempersatukan seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau yang terdiri dari berbagai suku dan tentunya agama,” pungkasnya.

Penulis: Darmansyah

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play