SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi China Perketat IPO Perusahaan Robot Humanoid, Valuasi dan Pendapatan Jadi Sorotan

China Perketat IPO Perusahaan Robot Humanoid, Valuasi dan Pendapatan Jadi Sorotan

Robot humanoid Ameca ditampilkan dalam AI for Good Global Summit ITU di Jenewa, Swiss. (AP)

Suara Kalbar — Regulator China memperketat proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) perusahaan robot humanoid di tengah meningkatnya minat investasi terhadap industri tersebut.

Otoritas menyoroti tingginya valuasi sejumlah perusahaan serta kualitas pendapatan yang berasal dari proyek-proyek yang didukung pemerintah daerah.

Sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters, regulator menggunakan pendekatan informal berupa window guidance untuk memperlambat sebagian rencana IPO perusahaan robot humanoid. Para sumber meminta identitasnya tidak disebutkan karena sensitivitas isu tersebut.

Salah satu sumber mengatakan proses IPO perusahaan robot humanoid untuk sementara praktis dibekukan. Namun, sumber lain menegaskan tidak ada larangan formal dan menyebut kebijakan tersebut sebagai perlambatan khusus terhadap sektor robot humanoid.

Langkah tersebut dilakukan setelah pergerakan saham Unitree Robotics sangat volatil. Produsen robot humanoid dan robot berkaki empat itu melonjak lebih dari lima kali lipat saat debut di Bursa Shanghai pada Agustus 2026.

Namun, saham Unitree Robotics kemudian anjlok sekitar 55 persen dari level tertingginya.

Pergerakan tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai tingginya antusiasme investor terhadap industri robot humanoid sekaligus risiko valuasi yang meningkat terlalu cepat.

Kebijakan regulator dinilai mencerminkan upaya Beijing meredam euforia investor terhadap salah satu sektor yang tengah menjadi tema investasi populer, tanpa menghentikan pengembangan teknologi robotika yang telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas nasional.

China Securities Regulatory Commission (CSRC) tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Sebelumnya, The Information melaporkan CSRC memberikan arahan informal kepada sejumlah bank investasi dan perusahaan investasi untuk memperketat persyaratan dalam proses persetujuan IPO perusahaan robot humanoid.

Pendapatan dari Proyek Pemerintah Disorot

Selain valuasi, regulator juga mencermati keberlanjutan pendapatan perusahaan robotika yang berasal dari proyek dengan dukungan pemerintah daerah.

Salah satu sumber yang dekat dengan investor robot humanoid mengatakan pusat pengumpulan data robot, tempat robot dilatih, serta usaha patungan dengan pemerintah daerah telah menjadi sumber pendapatan signifikan bagi sejumlah perusahaan.

Dalam beberapa proyek, pemerintah daerah disebut dapat menyediakan sekitar 80 hingga 90 persen investasi awal.

Proyek semacam itu dapat menghasilkan pesanan bagi perusahaan dan membantu menopang valuasi mereka di pasar privat. Pendapatan tersebut juga dapat membantu perusahaan memenuhi persyaratan sebelum melantai di bursa.

Namun, regulator mempertanyakan apakah pendapatan tersebut benar-benar mencerminkan permintaan dari pelanggan independen.

Sumber tersebut memperkirakan valuasi sejumlah perusahaan robot dapat turun 60 hingga 70 persen apabila pendapatan yang berkaitan dengan pusat pengumpulan data dikeluarkan dari perhitungan.

Kekhawatiran mengenai kualitas pendapatan juga muncul seiring pertanyaan mengenai produk robotika yang sebenarnya dibeli oleh pelanggan dan sejauh mana permintaan tersebut berasal dari pasar komersial.

Investor Mulai Lebih Selektif

Analis senior S&P Global Market Intelligence Ruiying Zhao mengatakan sentimen investor mulai berubah dari “euforia menyeluruh menuju rasionalitas selektif”.

Menurut dia, investor kini semakin memperhatikan apakah nilai komersial yang benar-benar terealisasi sepadan dengan premi valuasi yang diberikan kepada perusahaan robotika.

Perubahan sikap tersebut terjadi ketika aktivitas penggalangan dana perusahaan China daratan kembali meningkat.

Berdasarkan data LSEG, perusahaan China daratan telah menghimpun sekitar US$148,9 miliar melalui penjualan saham dan penawaran efek konversi sepanjang 2026 hingga periode pelaporan tersebut.

Nilai tersebut meningkat 59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan teknologi menyumbang sekitar 41 persen dari total dana yang dihimpun.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap teknologi tetap kuat di pasar modal China. Namun, pada sektor robot humanoid, regulator mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap dasar valuasi, kualitas pendapatan, dan ketergantungan perusahaan terhadap proyek yang didukung pemerintah daerah.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play