SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Porsche Berpotensi PHK 4.100 Karyawan Lagi, Total Bisa Capai 13.000 Orang

Porsche Berpotensi PHK 4.100 Karyawan Lagi, Total Bisa Capai 13.000 Orang

Logo Porsche (AP Photo/Michael Sohn)

Jakarta (Suara Kalbar) – Porsche berpotensi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 4.100 karyawan lagi sebagai bagian dari rencana restrukturisasi besar-besaran Volkswagen.

Mengutip laporan Handelsblatt, Minggu (20/9/2026), rencana tersebut muncul setelah Volkswagen menurunkan proyeksi laba tahunannya akibat berbagai persoalan di Porsche.

Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja Porsche adalah penurunan penjualan di China. Selain itu, perubahan strategi perusahaan dalam pengembangan kendaraan listrik (EV) juga membutuhkan biaya yang besar.

Berdasarkan dokumen terkait kesepakatan terbaru dewan pengawas Volkswagen, Porsche berencana mengurangi sekitar 4.100 posisi pekerjaan. Langkah tersebut ditujukan untuk menutup kekurangan biaya operasional sekitar 700 juta euro atau setara US$803,8 juta.

Handelsblatt melaporkan pengurangan tenaga kerja tersebut akan dilakukan di luar kesepakatan PHK yang telah dibuat sebelumnya.

Pada Juli 2026, manajemen Porsche dan perwakilan pekerja telah menyepakati tambahan PHK terhadap sekitar 5.000 karyawan. Jumlah tersebut merupakan tambahan dari sekitar 4.000 PHK yang sebelumnya telah disepakati.

Dengan demikian, Porsche sebelumnya telah menyepakati pengurangan tenaga kerja sekitar 9.000 karyawan.

Jika rencana tambahan sekitar 4.100 posisi tersebut benar-benar dijalankan, total pengurangan tenaga kerja Porsche berdasarkan rangkaian rencana tersebut dapat mencapai sekitar 13.100 karyawan.

Jumlah tersebut akan menjadi bagian signifikan dari tenaga kerja Porsche dan mencerminkan besarnya penyesuaian yang tengah dilakukan perusahaan di tengah perubahan kondisi pasar otomotif.

Tekanan terhadap Porsche juga menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi Volkswagen dalam melakukan restrukturisasi bisnis. Perusahaan harus menyesuaikan biaya dan kapasitas produksi dengan kondisi pasar, terutama di tengah perubahan permintaan kendaraan listrik dan persaingan yang semakin ketat di pasar China.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play