UNISSAS Tarik Enam Mahasiswa PPL dari MAN IC Sambas
Sambas (Suara Kalbar) – Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) resmi menarik enam mahasiswa peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sambas, Selasa (15/9/2026).
Penarikan tersebut menandai berakhirnya pelaksanaan PPL yang telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Program ini menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa Fakultas Pendidikan UNISSAS untuk memperoleh pengalaman langsung dalam dunia pendidikan.
Enam mahasiswa yang mengikuti PPL terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Tadris Matematika, dua mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, dan satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).
Selama menjalani PPL, para mahasiswa tidak hanya terlibat dalam kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan berbagai aktivitas dan kehidupan di lingkungan madrasah.
Pengalaman tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai calon pendidik.
Kegiatan penarikan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi penanda berakhirnya masa PPL, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi dan refleksi atas pelaksanaan program sekaligus mempererat kerja sama antara UNISSAS dan MAN IC Sambas.
Kepala MAN IC Sambas, Dedi S., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada UNISSAS yang telah memberikan kepercayaan kepada MAN IC Sambas sebagai lokasi pelaksanaan PPL.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di lingkungan madrasah dapat menjadi bekal dalam mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang profesional dan berintegritas.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Bayu, M.Pd., menegaskan bahwa berakhirnya kegiatan PPL bukan berarti berakhir pula proses belajar mahasiswa.
Menurutnya, pengalaman selama berada di madrasah perlu dijadikan bahan evaluasi dan refleksi untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menjalankan tugas sebagai calon guru.
“Selama kurang lebih dua bulan, mahasiswa telah mendapatkan pengalaman langsung dalam proses pembelajaran dan kehidupan di lingkungan madrasah. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik nyata sebagai calon pendidik,” ujarnya.
Penarikan mahasiswa PPL tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembentukan calon guru UNISSAS. Berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi selama berada di MAN IC Sambas diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia pendidikan secara profesional.
Kerja sama antara UNISSAS dan MAN IC Sambas juga diharapkan terus berlanjut, khususnya dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan dan peningkatan kompetensi calon pendidik.
Kolaborasi perguruan tinggi dan madrasah dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia bidang pendidikan yang kompeten, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sambas dan Indonesia.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





