SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Pokémon Masuk Dunia Wayang, Pikachu Bakal Tampil dalam Poké Wayang

Pokémon Masuk Dunia Wayang, Pikachu Bakal Tampil dalam Poké Wayang

Pokemon

Suara Kalbar – Kolaborasi Pokémon dengan wayang melalui proyek Poké Wayang dinilai menjadi bentuk akulturasi budaya baru yang mempertemukan budaya tradisional Indonesia dengan kekuatan intellectual property (IP) global.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, kolaborasi tersebut dapat menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan wayang Indonesia kepada masyarakat dunia. Menurutnya, kekuatan IP global dapat membantu memperluas jangkauan budaya Indonesia.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pengenalan wayang kepada masyarakat dunia melalui sebuah IP yang memiliki jangkauan global,” kata Fadli Zon kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).

Kolaborasi Pokémon dan wayang tersebut diperkenalkan The Pokémon Company (TPC) sebagai salah satu rangkaian kemitraan baru di Indonesia untuk tahun fiskal 2026-2027.

Fadli mengatakan, wayang merupakan bagian penting dari tradisi Nusantara yang telah berkembang selama ratusan hingga sekitar seribu tahun. Keberagaman bentuk dan ekspresi wayang di berbagai daerah, menurutnya, menunjukkan proses akulturasi yang terus berlangsung dalam budaya Indonesia.

“Wayang merupakan bagian dari tradisi Nusantara yang telah berkembang selama ratusan hingga sekitar seribu tahun dan mencerminkan keberagaman budaya Indonesia. Dengan berbagai bentuk dan ekspresinya di berbagai daerah, wayang menunjukkan bagaimana budaya Indonesia terus berkembang melalui proses akulturasi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa wayang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan berbagai nilai kehidupan kepada masyarakat.

Karena itu, Fadli menilai kolaborasi dengan Pokémon dapat menjadi salah satu cara untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan wayang kepada generasi baru.

“Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Wayang menjadi medium yang mudah diterima masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan moral, kemanusiaan, dan kebaikan. Karena itu, kolaborasi seperti Pokémon Wayang dapat menjadi bagian dari upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia,” tambahnya.

The Pokémon Company Hadirkan Poké Wayang

The Pokémon Company mengumumkan sejumlah kemitraan baru di Indonesia untuk tahun fiskal 2026-2027. Selain Poké Wayang, kemitraan tersebut mencakup bidang olahraga, gim, serta sejumlah acara khusus dalam rangka memperingati 30 tahun Pokémon.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, TPC ingin mempertemukan kekayaan budaya Indonesia, gaya hidup masyarakat yang beragam, dan dunia Pokémon. Inisiatif tersebut juga diarahkan untuk menghadirkan pengalaman Pokémon bagi berbagai generasi, termasuk anak-anak.

“Dalam kolaborasi dengan ‘Wayang’, salah satu pertunjukan tradisional Indonesia, TPC akan menyampaikan pesan kepada anak-anak melalui perpaduan budaya tradisional kebanggaan Indonesia dengan dunia Pokémon. Selain itu, melalui olahraga dengan MilkLife, TPC akan mendukung maksimalisasi peluang berolahraga bagi anak-anak melalui sepak bola putri dan bulu tangkis,” kata Corporate Officer The Pokémon Company, Susumu Fukunaga.

Poké Wayang mempertemukan karakter Pokémon dengan wayang yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia dan telah terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Dalam pertunjukan tersebut, petualangan Pikachu dan Pokémon lainnya dikemas dengan latar budaya wayang. Pesan mengenai pentingnya bekerja sama dengan teman serta saling mendukung bersama orang-orang terdekat juga menjadi bagian dari cerita.

Musik ikonis dari seri gim Pokémon turut diaransemen ulang menggunakan alunan gamelan. Perpaduan tersebut dihadirkan untuk menciptakan nuansa baru dalam pertunjukan Poké Wayang.

Ketua Umum Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi), Marsda TNI (Purn) FH Bambang Soelistyo, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi pertemuan antara budaya Indonesia dan Pokémon.

“Ini adalah kolaborasi spesial di mana budaya Indonesia bertemu dengan Pokémon. Mari rasakan budaya kita lebih dekat dan kenali pesonanya bersama Poké Wayang,” ujarnya.

Pertunjukan perdana Poké Wayang dijadwalkan berlangsung dalam ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 22 Oktober 2026.

Setelah itu, TPC berencana membawa pertunjukan tersebut ke sejumlah sekolah dasar di Indonesia. TPC juga akan mendonasikan kit atau perangkat peragaan wayang edisi khusus ke sebanyak mungkin sekolah.

Perangkat tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak menikmati sekaligus memainkan wayang secara mandiri.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia Irene Umar menilai ekonomi kreatif dapat menjadi jembatan untuk melestarikan sekaligus membawa kebudayaan Indonesia ke panggung dunia.

“Kami ingin menggunakan ekonomi kreatif sebagai jembatan untuk melestarikan sekaligus membawa kebudayaan Indonesia ke dunia. Kolaborasi dengan Pokémon menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan wayang dan batik kepada generasi muda, sekaligus membuka peluang agar budaya Indonesia dapat dikenal hingga ke pasar global,” katanya.

Ia berharap kehadiran Pikachu dalam kolaborasi tersebut dapat mendorong anak-anak muda Indonesia kembali mengenal dan mencintai wayang.

Menurut Irene, budaya Indonesia juga perlu ditampilkan dalam bentuk yang relevan dan dekat dengan generasi masa kini.

“Kami berharap melalui kehadiran Pikachu dalam kolaborasi ini, anak-anak muda Indonesia dapat kembali mengenal dan mencintai wayang. Pada saat yang sama, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa budaya Indonesia dapat hadir dalam bentuk yang relevan, kreatif, dan dekat dengan generasi masa kini,” jelasnya.

Irene menambahkan, kekuatan IP global dapat membuka akses bagi kreator dan budaya Indonesia untuk menjangkau pasar dunia. Pemerintah, kata dia, ingin terus membuka peluang bagi industri kreatif Indonesia untuk berkembang dan berkolaborasi secara global.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana kekuatan IP global dapat menjadi pintu bagi kreator dan budaya Indonesia untuk menjangkau dunia. Kami ingin terus membuka akses dan peluang bagi industri kreatif Indonesia agar dapat berkembang, berkolaborasi, dan memiliki panggung di pasar global,” tutupnya.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play