China Targetkan Kendaraan Otonom Digunakan Massal pada 2030
Suara Kalbar – China semakin serius memperkuat posisi di industri kendaraan listrik pintar. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China pada Kamis (10/9/2026) meluncurkan peta jalan pengembangan industri kendaraan listrik pintar dengan target teknologi mengemudi otonom dapat diterapkan secara luas pada 2030.
Kebijakan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mempercepat adopsi kendaraan otonom di dalam negeri, tetapi juga memperkuat pengaruh China dalam industri otomotif global.
Dikutip dari Reuters, pemerintah China menetapkan sejumlah target dan langkah kebijakan untuk mendorong perkembangan kendaraan listrik pintar, termasuk memperluas penggunaan teknologi mengemudi otomatis di berbagai kondisi jalan.
Dalam peta jalan tersebut, kendaraan dengan kemampuan mengemudi otonom ditargetkan dapat digunakan secara luas di jalan tol, jalan bebas hambatan perkotaan, serta sejumlah ruas jalan di kota-kota tertentu.
China juga menargetkan memiliki beberapa produsen otomotif yang mampu masuk dalam jajaran 10 besar dunia berdasarkan volume penjualan.
Selain memperkuat posisi produsen dalam negeri, pemerintah China ingin meningkatkan daya tarik merek otomotif nasional di pasar internasional. Peran China dalam penetapan standar otomotif global juga akan diperkuat.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menyatakan industri otomotif akan terus dikembangkan sebagai salah satu pilar penting perekonomian negara.
Dalam pengembangan kendaraan otonom, aspek keselamatan turut menjadi perhatian. China menargetkan kendaraan dengan teknologi mengemudi otomatis memiliki tingkat keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang dikemudikan secara manual.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah akan memperketat aturan mengenai produksi kendaraan, keselamatan jalan, teknologi mengemudi otonom, serta pembaruan perangkat lunak kendaraan.
Pemerintah juga akan mengkaji jalur persetujuan khusus untuk sejumlah komponen penting dan kendaraan yang diproduksi dalam jumlah terbatas. Langkah ini ditujukan untuk menyesuaikan regulasi dengan perkembangan teknologi otomotif yang semakin cepat.
Di sisi lain, China juga mulai memperketat pengawasan terhadap kapasitas produksi kendaraan dan baterai. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menekan investasi berlebihan, mendorong konsolidasi industri, serta mengurangi kapasitas produksi yang dinilai tidak efisien.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah China untuk menjaga pertumbuhan industri otomotif agar tidak hanya mengandalkan peningkatan kapasitas produksi.
Pemerintah juga akan memperkuat penegakan aturan antimonopoli dan meningkatkan pengawasan terhadap kualitas produk. Persaingan yang sehat di antara produsen otomotif menjadi salah satu aspek yang turut ditekankan dalam kebijakan tersebut.
Selain itu, pemerintah pusat China akan membatasi pemberian insentif yang dinilai tidak tepat oleh pemerintah daerah. Kebijakan ini diharapkan dapat mencegah persaingan antardaerah yang berujung pada investasi berlebihan dan distorsi pasar.
Melalui peta jalan tersebut, China berupaya membangun ekosistem kendaraan listrik pintar yang tidak hanya kuat dari sisi teknologi, tetapi juga memiliki daya saing global.
Target penggunaan kendaraan otonom secara luas pada 2030 sekaligus menunjukkan bahwa persaingan industri otomotif China ke depan tidak hanya akan bertumpu pada harga dan kapasitas produksi, tetapi juga teknologi, keselamatan, standar industri, serta kemampuan merek menembus pasar global.
Sumber: Beritasatu.com





