Tidur Pakai Kipas Angin Saat Cuaca Panas, Ini Manfaat dan Risikonya
Suara Kalbar – Tidur menggunakan kipas angin saat cuaca panas bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membuat tubuh terasa lebih nyaman. Hembusan udara dari kipas dapat membantu memberikan sensasi sejuk, terutama jika dipadukan dengan perlengkapan tidur yang ringan.
Namun, kipas angin bukan selalu solusi ketika suhu di dalam ruangan terlalu tinggi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan penggunaan kipas ketika suhu dalam ruangan masih di bawah 32,2 derajat Celsius.
Manfaat Tidur Pakai Kipas Angin
Kipas angin dapat membantu menciptakan kondisi tidur yang lebih nyaman ketika suhu udara mulai meningkat. Cleveland Clinic juga merekomendasikan penggunaan kipas bersama perlengkapan tidur yang ringan untuk membantu menjaga tubuh tetap sejuk.
Secara alami, suhu inti tubuh manusia akan menurun ketika tidur. Akan tetapi, kondisi ruangan yang terlalu panas dapat mengganggu proses tersebut. Seseorang bisa mengalami keringat berlebih, lebih sering terbangun atau gelisah, hingga kesulitan mendapatkan tidur yang berkualitas.
Spesialis tidur Cleveland Clinic, Brian Chen, menyebut suhu kamar sekitar 15,6 hingga 19,4 derajat Celsius sering direkomendasikan untuk tidur.
Karena itu, ketika suhu lingkungan meningkat, penggunaan kipas bersama pakaian dan perlengkapan tidur yang ringan dapat membantu membuat suasana kamar terasa lebih nyaman.
Risiko Tidur Menggunakan Kipas Saat Suhu Terlalu Panas
Meski memberikan sensasi sejuk, kipas angin sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara untuk menghadapi panas ekstrem. CDC memperingatkan bahwa kipas dapat meningkatkan suhu tubuh ketika suhu di dalam ruangan berada di atas 32,2 derajat Celsius.
Sementara itu, NHS menyebut kipas listrik dapat membantu ketika suhu berada di bawah 35 derajat Celsius. Artinya, terdapat perbedaan ambang suhu yang digunakan kedua sumber tersebut.
Namun, CDC secara khusus memperingatkan bahwa ketika suhu ruangan melewati 32,2 derajat Celsius, penggunaan kipas justru dapat meningkatkan suhu tubuh.
Dalam kondisi panas yang berlangsung terus-menerus, Mayo Clinic menyebut pendingin ruangan sebagai cara yang paling efektif untuk membantu mendinginkan tubuh sekaligus mengurangi kelembapan.
Panas yang disertai kelembapan tinggi dapat membuat kemampuan alami tubuh dalam mengatur suhu menjadi kewalahan. Cleveland Clinic menjelaskan penyakit akibat panas terjadi ketika kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri tidak mampu mengimbangi panas, kelembapan, maupun panas yang dihasilkan tubuh saat melakukan aktivitas fisik.
Gangguan akibat panas memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Kram panas dapat menjadi salah satu tanda awal, sedangkan heat exhaustion atau kelelahan akibat panas dapat berkembang dengan cepat menjadi heatstroke jika tidak segera ditangani.
Heatstroke merupakan kondisi yang mengancam nyawa dan membutuhkan pertolongan medis segera.
Cara Aman Menggunakan Kipas Angin Saat Tidur
Penggunaan kipas angin saat tidur sebaiknya disesuaikan dengan kondisi suhu kamar. Sensasi sejuk dari hembusan kipas tidak selalu berarti suhu ruangan sudah berada dalam kondisi aman.
1. Perhatikan suhu kamar
CDC menyarankan penggunaan kipas ketika suhu dalam ruangan masih di bawah 32,2 derajat Celsius. Sementara NHS menyebut kipas listrik dapat membantu ketika suhu berada di bawah 35 derajat Celsius.
Meski terdapat perbedaan batas suhu antara kedua sumber tersebut, CDC memberikan peringatan khusus mengenai potensi peningkatan suhu tubuh jika suhu ruangan sudah melebihi 32,2 derajat Celsius.
Jika suhu dalam ruangan mencapai lebih dari 32,2 derajat Celsius, CDC menyarankan menggunakan pendingin ruangan atau mencari tempat yang memiliki fasilitas AC.
2. Pastikan tubuh tetap terhidrasi
Asupan cairan juga penting ketika cuaca sedang panas. CDC menyarankan masyarakat mencukupi kebutuhan cairan dan membawa botol minum yang dapat diisi ulang sepanjang hari.
NHS juga menyarankan memperbanyak minum saat cuaca panas. Selain itu, masyarakat dianjurkan menghindari alkohol, minuman berkafein, serta minuman panas.
3. Gunakan perlengkapan tidur yang ringan
Selain menyalakan kipas, perlengkapan tidur yang ringan dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman ketika suhu meningkat.
Cleveland Clinic merekomendasikan kombinasi penggunaan kipas dan perlengkapan tidur ringan sebagai salah satu cara membantu menjaga tubuh tetap sejuk ketika cuaca menghangat.
4. Dinginkan ruangan, bukan hanya tubuh
Mengurangi panas yang masuk ke dalam ruangan juga penting. NHS menyarankan menutup jendela, tirai, atau kerai pada siang hari untuk mengurangi paparan panas dari luar.
Jendela dapat dibuka pada malam hari ketika suhu udara di luar sudah lebih rendah.
Jika suhu dalam ruangan tetap berada di atas 32,2 derajat Celsius, CDC menyarankan menggunakan pendingin ruangan atau mencari tempat yang memiliki fasilitas AC daripada hanya mengandalkan kipas.
Kelompok yang Perlu Lebih Waspada
Tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap cuaca panas. CDC menyebut orang lanjut usia berusia 65 tahun ke atas, ibu hamil, bayi dan anak kecil, serta orang dengan penyakit jantung atau kondisi kronis sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
CDC juga menyoroti anak-anak, terutama mereka yang memiliki asma, serta orang yang bekerja atau berolahraga di luar ruangan ketika cuaca panas.
Sementara itu, NHS memasukkan orang dengan gangguan pernapasan, diabetes, penyakit ginjal, gangguan mobilitas, serta mereka yang mengonsumsi obat tertentu yang dapat memperburuk dampak panas sebagai kelompok yang lebih rentan.
Karena itu, kondisi dan suhu kamar perlu lebih diperhatikan, terutama jika ruangan digunakan oleh kelompok rentan. Orang yang memiliki risiko lebih tinggi juga sebaiknya dipantau secara berkala selama cuaca panas.
Kenali Tanda Tubuh Kepanasan
Tubuh dapat memberikan sejumlah tanda ketika mengalami panas berlebih. CDC mencatat gejala yang perlu diperhatikan antara lain kram otot, keringat berlebihan, sesak napas, pusing, sakit kepala, lemas, dan mual.
Gejala tersebut tidak boleh diabaikan karena heat exhaustion dapat berkembang menjadi heatstroke. Cleveland Clinic menjelaskan heatstroke dapat ditandai dengan suhu tubuh yang sangat tinggi disertai gangguan fungsi otak, seperti kebingungan, perubahan perilaku, atau bicara pelo.
Heatstroke merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan pertolongan segera.
Jika seseorang menunjukkan tanda heat exhaustion atau heatstroke, segera cari bantuan medis. Sambil menunggu pertolongan, pindahkan orang tersebut ke tempat yang lebih sejuk atau ke dalam ruangan, lepaskan pakaian berlebih, dan lakukan upaya pendinginan dengan cara yang tersedia.
Jadi, Apakah Tidur Pakai Kipas Angin Aman?
Tidur menggunakan kipas angin dapat membantu meningkatkan kenyamanan ketika suhu kamar tidak terlalu panas. Penggunaannya juga bisa dipadukan dengan perlengkapan tidur yang ringan dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Namun, kipas tidak seharusnya menjadi satu-satunya andalan ketika suhu dalam ruangan sudah terlalu tinggi. CDC secara khusus menyarankan penggunaan pendingin ruangan atau mencari tempat yang memiliki fasilitas AC ketika suhu dalam ruangan melebihi 32,2 derajat Celsius.
Dengan demikian, keamanan tidur menggunakan kipas angin sangat bergantung pada kondisi suhu ruangan. Sensasi sejuk dari hembusan kipas perlu dibedakan dari kondisi ruangan yang benar-benar cukup dingin untuk membantu tubuh menghadapi cuaca panas.
Sumber: Beritasatu.com





