SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi KitaBisa, Salamsetara, KGBN dan FPBM Kolaborasi Bantu Warga Melawi Hadapi Kabut Asap

KitaBisa, Salamsetara, KGBN dan FPBM Kolaborasi Bantu Warga Melawi Hadapi Kabut Asap

Penyerahan bantuan dari kita bisa, salamsetara, KGBN dan FPBM di melawi/ Dea k Wardhana

Melawi Suara Kalbar)– Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Melawi terus mengalir. Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, KitaBisa, Salamsetara, KGBN dan FPBM berkolaborasi menyalurkan bantuan untuk warga sekaligus mendukung para petugas dan relawan yang berjibaku melakukan pemadaman.

Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga para petugas pemadam, guru, hingga warga di wilayah yang membutuhkan dukungan peralatan dan air bersih.

Koordinator kegiatan di Kabupaten Melawi, Muhammad Firman, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas bersama terhadap masyarakat yang terdampak karhutla.

Menurutnya, situasi karhutla tidak hanya menjadi persoalan pemadaman api, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, bantuan perlindungan pernapasan dan dukungan bagi petugas di lapangan menjadi salah satu hal yang penting.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Melawi yang sedang menghadapi kondisi kabut asap. Kami berupaya membantu sesuai dengan kebutuhan di lapangan, baik untuk masyarakat maupun para petugas yang berjuang memadamkan api,” ujar Muhammad Firman ditemui jurnalis Suarakalbar.co.id, kamis (3/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, bantuan masker asap diberikan kepada masyarakat dan guru yang tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Selain itu, bantuan oxycan juga disalurkan untuk mendukung kebutuhan para petugas pemadam dan relawan yang bekerja di lokasi karhutla. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu petugas menjaga kondisi tubuh selama menjalankan tugas di tengah paparan asap dan aktivitas pemadaman.

Kepedulian juga diarahkan kepada masyarakat Dusun Mulung. Di wilayah tersebut, bantuan berupa mesin dan pinguin diberikan untuk mendukung kebutuhan warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air di tengah kondisi kemarau dan dampak karhutla.

“Di daerah mulung, kebakaran lahan sudah mengancam pemukiman warga, jadi bantuan mesin kita salurkan, ” Bebernya.

Muhammad Firman menegaskan bahwa kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa penanganan dampak karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, aparat, relawan, komunitas, organisasi sosial, dunia usaha maupun masyarakat dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

“Kami berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat, meskipun mungkin belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan. Yang paling penting adalah semangat gotong royong. Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian menghadapi situasi ini,” katanya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Menurutnya, dukungan terhadap masyarakat terdampak karhutla tidak selalu harus dalam bentuk besar. Bantuan sederhana seperti masker untuk melindungi pernapasan, dukungan bagi petugas pemadam, maupun sarana air bersih, memiliki arti penting bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.

“Kita berharap kondisi karhutla dan kabut asap di Melawi segera berakhir. Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat, para guru, serta petugas dan relawan yang berada di garis depan,” ujarnya.

Kolaborasi KitaBisa, Salamsetara, KGBN dan FPBM tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa semangat kemanusiaan masih terus tumbuh di tengah situasi karhutla.

“Kepedulian dari berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut hingga kondisi Melawi kembali aman, udara kembali bersih dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal, ” Harap Firman penuh doa.

Penulis: Dea Kusumah Wardhana

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play