MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Resmi Dimulai
Singkawang (Suara Kalbar)- Pemerintah Kota Singkawang resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Senin (31/8/2026).
Program pendidikan berbasis asrama (boarding school) ini diluncurkan sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah bagi anak dari keluarga prasejahtera.
Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Singkawang, Asmadi, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah konkret pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu, khususnya mereka yang berada pada desil 1 dan desil 2. Dengan adanya program ini, tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk tidak melanjutkan pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA,” ujar Asmadi saat mewakili Wali Kota Singkawang, Senin (31/8/2026).
Melalui program ini, Pemkot Singkawang menargetkan peningkatan rata-rata lama sekolah masyarakat hingga 13 tahun. Target tersebut dinilai strategis untuk memperkuat kualitas SDM lokal dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Fasilitas Berasrama dan Pengembangan Karakter
Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Rakyat menerapkan sistem boarding school. Dengan skema ini, seluruh biaya hidup siswa selama menempuh pendidikan—mulai dari asrama, konsumsi, hingga perlengkapan sekolah—ditanggung sepenuhnya oleh negara.
“Dengan sistem boarding school, orang tua tidak perlu lagi memikirkan biaya makan dan jajan anaknya. Anak cukup fokus belajar karena seluruh keperluan sekolah dan kehidupannya selama berada di Sekolah Rakyat ditanggung oleh negara,” lanjut Asmadi.
Selain fokus pada capaian akademik, kurikulum Sekolah Rakyat juga dirancang untuk memfasilitasi pengembangan bakat, kreativitas, dan kecerdasan emosional siswa. Guna memastikan tumbuh kembang sosial anak berjalan optimal, Pemkot Singkawang melibatkan tenaga ahli untuk mendampingi aspek psikologis siswa di asrama.
Penulis : Hendra/ r
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






