Pangdam XII/Tpr Minta Tim Sosialisasi Karhutla Langsung Turun ke Desa
Pontianak (Suara Kalbar) – Panglima Kodam XII/Tanjungpura (Tpr), Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito meminta Tim Sosialisasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) TNI tidak hanya melakukan sosialisasi secara formal, tetapi langsung bergerak ke desa-desa untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Pangdam saat memberikan pembekalan dan pengarahan kepada Tim Sosialisasi Karhutla TNI di Aula Asrama Haji Pontianak, Jumat (28/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menekankan pentingnya kecepatan tim dalam menjalankan tugas di lapangan. Menurutnya, langkah pencegahan Karhutla harus dilakukan secara langsung dengan membangun komunikasi bersama masyarakat di wilayah rawan.
Ia meminta personel tidak terhambat oleh prosedur birokrasi yang berbelit. Koordinasi di lapangan, kata dia, dapat dilakukan mulai dari tingkat Koramil hingga langsung menyasar desa-desa.
“Harapannya nanti yang bergabung dengan tim tidak usah lagi kulo nuwun ke Bupati, sudah didahului oleh tim pendahulu. Jadi langsung aksi masuk ke Koramil lalu ke desa. Kumpulkan masyarakat, berikan pemahaman tentang bertani atau berladang yang rasional, sehat, dan aman,” tegasnya.
Pangdam menilai edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla, terutama menghadapi kondisi kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Karena itu, personel diminta tidak sekadar menyampaikan larangan, tetapi memberikan pemahaman mengenai cara bertani dan berladang yang aman serta tidak merusak lingkungan.
Selain itu, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengingatkan tim agar mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Ia meminta personel tidak terjebak dalam perdebatan mengenai regulasi yang justru dapat menimbulkan jarak dengan warga. Sebaliknya, pendekatan sosial dan penghormatan terhadap adat istiadat serta budaya setempat harus menjadi bagian dari strategi edukasi.
“Edukasi masyarakat bagaimana cara berkebun yang sehat, tidak merusak lingkungan, dan aman. Buat suasananya cair dan kekeluargaan, serta tolong diperhatikan masalah adat istiadat dan budaya masyarakat lokal,” ujarnya.
Dengan dukungan personel yang mencapai 13 orang dalam setiap tim, Kodam XII/Tpr optimistis kegiatan sosialisasi dan edukasi preventif dapat menjangkau lebih banyak wilayah yang memiliki potensi Karhutla.
Tim diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat sejak dini sehingga pencegahan dapat dilakukan sebelum terjadi kebakaran.
Di akhir arahannya, Pangdam juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan tugas di lapangan. Ancaman gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), perlu diantisipasi mengingat tugas berkaitan dengan wilayah yang berpotensi terdampak asap Karhutla.
Pangdam menegaskan, keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya bergantung pada tindakan saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kekuatan upaya pencegahan dan keterlibatan masyarakat di tingkat desa.
Penulis: Pendam XII/Tpr
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






