TNI AL Kerahkan 5 KRI dan 2 Helikopter untuk Bantu Korban Gempa NTT
Jakarta (Suara Kalbar) – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan lima Kapal Republik Indonesia (KRI), dua helikopter, serta ratusan prajurit untuk membantu penanganan dampak gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengerahan alutsista dan personel tersebut dilakukan sejak gempa mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026). Selain mendukung proses evakuasi, armada TNI AL juga digunakan untuk mempercepat distribusi bantuan logistik dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, mengatakan pengerahan kekuatan laut dan udara itu merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan pascabencana.
“TNI AL telah memobilisasi lima unsur kapal Republik Indonesia, dua helikopter serta ratusan prajurit guna mempercepat evakuasi dan pendistribusian logistik,” kata Tunggul di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Lima KRI Dikerahkan
Tunggul menjelaskan, lima kapal perang TNI AL bergerak secara bertahap menuju wilayah terdampak dengan membawa personel, peralatan berat, fasilitas kesehatan, serta bantuan kemanusiaan.
KRI dr. Soeharso-990 diberangkatkan menuju Reo, Kabupaten Manggarai, dengan membawa 217 personel Korps Marinir, tim kesehatan Pusat Kesehatan Angkatan Laut (Puskesal), alat berat berupa buldoser dan ekskavator, truk pengangkut, truk tangki air, tenda rumah sakit lapangan, serta puluhan ton bantuan pangan dan sandang.
Sementara itu, KRI Hiu-634 bergerak menuju Pulau Riung untuk menyalurkan bantuan hasil kerja sama dengan Bank Indonesia, Moro Saka AAL 42, dan Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia.
KRI Bung Hatta-370 disiagakan di Dermaga Reo, Manggarai, guna mendukung distribusi logistik ke sejumlah wilayah terdampak lainnya di NTT.
Adapun KRI Teluk Parigi-539 dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 diberangkatkan dari Surabaya menuju Jakarta untuk mengangkut belasan truk milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sekitar 22 ton bantuan logistik. Selanjutnya, bantuan tersebut akan diterbangkan ke NTT menggunakan pesawat angkut TNI Angkatan Udara.
Distribusi Bantuan Lewat Udara
Selain armada laut, TNI AL juga mengerahkan dua helikopter Bell 412, yakni HU-4206 dan HU-4205, untuk mendukung distribusi bantuan ke daerah yang membutuhkan penanganan cepat.
Kedua helikopter tersebut digunakan untuk menyalurkan bantuan bahan pangan pokok melalui jalur udara.
“TNI AL juga telah mengerahkan helikopter Bell 412 HU-4206 serta HU-4205 untuk mendistribusikan 400 kilogram bahan pangan pokok pada rute Labuan Bajo-Ende-Reo-Labuan Bajo,” jelas Tunggul.
Menurutnya, penggunaan helikopter menjadi solusi untuk menjangkau wilayah yang akses distribusinya terbatas atau membutuhkan waktu lebih lama jika ditempuh melalui jalur darat maupun laut.
Tetap Siaga Hingga Kondisi Kondusif
Tunggul menegaskan, hingga saat ini seluruh personel dan alutsista TNI AL masih disiagakan di sekitar wilayah terdampak gempa.
Selain mendukung distribusi bantuan kemanusiaan, personel TNI AL juga terlibat dalam proses evakuasi warga serta mendukung pemulihan kondisi di daerah terdampak.
“TNI AL akan terus mengerahkan personel dan alutsista di lokasi gempa hingga kondisi wilayah terdampak dinyatakan kondusif,” ujarnya.
Dengan dukungan lima kapal perang, dua helikopter, dan ratusan prajurit, TNI AL berupaya memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan merata kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Sumber: Beritasatu.com






