Startup China Klaim Implan Otak Bisa Dipasang 10 Menit Tanpa Buka Tengkorak
Suara Kalbar – Startup asal China, StairMed Technology, mengklaim telah mengembangkan implan antarmuka otak-komputer atau brain-computer interface (BCI) yang dapat dipasang ke otak hanya dalam waktu sekitar 10 menit tanpa perlu membuka tengkorak.
Dikutip dari Digital Trends, Selasa (11/8/2026), teknologi tersebut menggunakan pembuluh darah sebagai jalur untuk memasukkan perangkat ke dalam otak. Jika terbukti aman dan efektif, metode ini berpotensi membuat pemasangan implan BCI jauh lebih cepat dibandingkan teknologi Neuralink milik Elon Musk yang membutuhkan prosedur operasi pada tengkorak.
Namun, klaim pemasangan dalam waktu 10 menit tersebut belum terbukti melalui uji coba pada manusia. Hingga saat ini, teknologi StairMed baru diuji pada hewan, yakni domba, dan belum memasuki tahap uji klinis pada manusia.
StairMed Technology merupakan perusahaan yang berbasis di Shanghai dan menjadi salah satu perusahaan China yang mengembangkan teknologi BCI. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya China memperluas industri antarmuka otak-komputer di dalam negeri.
Dipasang Melalui Pembuluh Darah
Berbeda dengan implan Neuralink yang membutuhkan robot bedah untuk membuka bagian tengkorak dan memasukkan benang elektroda berukuran sangat kecil langsung ke jaringan otak, perangkat StairMed menggunakan pendekatan yang berbeda.
Perangkat tersebut dimasukkan melalui pembuluh darah di bagian leher. Setelah itu, perangkat diarahkan melalui sistem pembuluh darah hingga mencapai area otak yang menjadi target pemasangan.
Pendekatan melalui pembuluh darah tersebut memungkinkan dokter menghindari prosedur pembukaan tengkorak secara langsung. Karena itu, metode ini berpotensi membuat proses pemasangan implan menjadi lebih sederhana dan cepat.
Salah satu pendiri StairMed Technology, Zhao Zhengtuo, menjelaskan teknologi tersebut dalam Global Health Summit di Hong Kong.
Sementara itu, dokter di Xuanwu Hospital, Duan Wanru, mengatakan dokter bedah yang memiliki pengalaman sekitar empat hingga lima tahun dapat menempatkan perangkat tersebut dalam waktu sekitar 10 menit.
Berbeda dengan Teknologi Neuralink
Klaim waktu pemasangan StairMed tersebut jauh lebih singkat dibandingkan prosedur implan Neuralink pada operasi pertama perusahaan tersebut terhadap manusia pada 2024.
Dalam prosedur Neuralink, robot bedah digunakan untuk membantu membuka tengkorak dan memasang implan yang terhubung dengan jaringan otak. Proses tersebut dilaporkan membutuhkan waktu sekitar dua jam.
Perbedaan utama kedua teknologi terletak pada jalur yang digunakan untuk mencapai otak. Neuralink memasang elektroda secara langsung melalui jaringan otak setelah tengkorak dibuka, sedangkan StairMed memanfaatkan sistem pembuluh darah sebagai jalur menuju otak.
Meski menawarkan metode yang berbeda, teknologi StairMed masih berada pada tahap pengembangan. Klaim mengenai pemasangan selama 10 menit juga belum dapat dianggap sebagai hasil yang telah terbukti pada manusia.
Masih Harus Diuji pada Manusia
Hingga kini, StairMed belum membuktikan klaim tersebut melalui uji klinis pada manusia. Pengujian yang dilakukan masih terbatas pada hewan sehingga efektivitas dan keamanan prosedur untuk manusia belum dapat dipastikan.
Tahapan uji klinis menjadi penting karena implan BCI merupakan teknologi medis yang berhubungan langsung dengan sistem saraf manusia. Selain kemampuan perangkat bekerja sesuai tujuan, aspek keamanan dalam jangka pendek maupun panjang juga perlu diperhatikan.
StairMed masih harus melalui berbagai tahapan penelitian sebelum teknologinya dapat digunakan secara luas. Hasil pengujian pada manusia nantinya akan menjadi penentu apakah metode pemasangan melalui pembuluh darah tersebut benar-benar dapat memberikan keunggulan seperti yang diklaim.
Jika berhasil melewati tahapan pengujian dan memperoleh izin penggunaan, teknologi tersebut berpotensi menjadi alternatif baru dalam pengembangan BCI. Namun, untuk saat ini, klaim pemasangan implan dalam 10 menit masih perlu dibuktikan melalui penelitian dan uji klinis pada manusia.
Sumber: Beritasatu.com





