SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Menapaki Ratusan Anak Tangga, Ziarah Opu Daeng Manambon Jadi Pengingat Sejarah Mempawah

Menapaki Ratusan Anak Tangga, Ziarah Opu Daeng Manambon Jadi Pengingat Sejarah Mempawah

Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama keluarga besar Istana Amantubillah Kerajaan Mempawah, Forkopimda dan masyarakat melaksanakan ziarah ke makam Opu Daeng Manambon, Selasa (11/8/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Diskominfo Mpw]

Mempawah (Suara Kalbar) – Ratusan anak tangga menuju puncak Bukit Sebukit Rama kembali menjadi saksi perjalanan masyarakat Mempawah dalam merawat jejak sejarah leluhur.

Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama keluarga besar Istana Amantubillah Kerajaan Mempawah, Forkopimda dan masyarakat melaksanakan ziarah ke makam Opu Daeng Manambon, Selasa (11/8/2026).

Ziarah yang berlangsung di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, itu diikuti Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi, YAM Raja Mempawah XIV Muhammad Hafidz Adinugraha beserta keluarga dan kerabat Istana Amantubillah, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat hingga masyarakat.

Kehadiran sejumlah tamu dari Malaysia turut memberi warna tersendiri. Pertemuan tersebut tidak sekadar mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga menunjukkan bahwa jejak sejarah Mempawah memiliki keterkaitan yang terus dirawat lintas generasi dan wilayah.

Dari kaki bukit, rombongan berjalan bersama menuju makam Opu Daeng Manambon. Perjalanan menuju puncak ditempuh dengan menaiki ratusan anak tangga, diiringi barisan laskar yang mengenakan pakaian adat.

Sesampainya di kompleks makam, seluruh rombongan mengikuti prosesi ziarah dan doa bersama.

Suasana khidmat terasa sepanjang kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap Opu Daeng Manambon, sosok yang memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah pemerintahan dan peradaban Mempawah.

Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi mengapresiasi kehadiran seluruh pihak yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan keluarga Istana Amantubillah, laskar, kerabat, masyarakat hingga tamu dari Malaysia menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga warisan sejarah.

“Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Ada juga teman-teman kita dari Malaysia. Terima kasih kepada keluarga besar Istana Amantubillah, laskar, kerabat, keluarga dan seluruh masyarakat yang ikut hadir,” ujarnya.

Juli mengatakan, ziarah tersebut hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi generasi sekarang untuk menengok kembali perjuangan Opu Daeng Manambon dalam membangun Mempawah sekitar tiga abad silam.

“Semangat perjuangan itu harus kita lanjutkan bersama-sama untuk memajukan Kabupaten Mempawah menjadi lebih baik, lebih sempurna dan tetap bersatu,” katanya.

Menurut Wabup Juli, nilai-nilai perjuangan, persatuan dan kebersamaan yang diwariskan para pendahulu masih relevan untuk menjadi pijakan dalam membangun daerah.

Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sinergi dengan pihak Istana Amantubillah, tokoh adat, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

“Insyaallah, kita dapat terus membangun kerja sama. Kami siap untuk bersama-sama memajukan masyarakat dan daerah kita,” tutur Juli.

Rangkaian ziarah kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh kegiatan berlangsung tertib dan lancar dengan dukungan pengamanan dari Polres Mempawah, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup.

Penulis: Prianta

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play