SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Krisantus: YPBM Harus Jadi Rumah Bersama, Rawat Budaya dan Perkuat Persaudaraan

Krisantus: YPBM Harus Jadi Rumah Bersama, Rawat Budaya dan Perkuat Persaudaraan

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan saat acara pelantikan Pengurus Pusat YPBM se-Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (9/8/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/ist

Pontianak (Suara Kalbar)  – Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan meminta Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu (YPBM) tidak sekadar menjadi wadah berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi mampu menjadi rumah bersama dalam merawat budaya sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Krisantus saat melantik Pengurus Pusat YPBM se-Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (9/8/2026).

Pelantikan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Bugis dan Melayu, Forkopimda, serta tamu undangan. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persaudaraan dan sinergi antaretnis dalam bingkai persatuan di Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Krisantus menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan YPBM. Ia berharap organisasi tersebut dapat menjalankan amanah sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan di 14 kabupaten/kota di Kalbar.

“Selamat dan apresiasi atas terselenggaranya deklarasi pada hari ini. Kepada seluruh pengurus yang dilantik, saya ucapkan selamat menjalankan tugas dan selamat menjalankan amanah yang sudah dipercayakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi organisasi Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu,” ujar Krisantus.

Menurutnya, YPBM harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Organisasi tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta menjaga nilai-nilai kebudayaan yang diwariskan generasi terdahulu.

Budaya Tak Sekadar Simbol

Krisantus juga mengingatkan pentingnya pelestarian budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Ia menilai budaya tidak boleh dipahami sebatas pakaian, tarian, makanan, bahasa maupun upacara adat. Lebih dari itu, budaya merupakan nilai yang membentuk karakter dan cara manusia memperlakukan sesamanya.

“Budaya bukan sekadar pakaian, tarian, makanan, bahasa atau upacara adat. Budaya adalah nilai, karakter dan cara kita memperlakukan sesama,” katanya.

Karena itu, nilai gotong royong, saling menghormati, menghargai orang tua, menjaga persaudaraan dan membantu sesama harus terus dipelihara serta diwariskan kepada generasi muda.

Krisantus mendorong lahirnya generasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman, menguasai teknologi dan bersaing secara global, namun tidak kehilangan jati diri.

“Mari kita lahirkan generasi yang terbuka terhadap kemajuan, menguasai teknologi dan mampu bersaing, namun tetap memiliki jati diri dan kuat dalam akar budayanya. Modern dalam cara berpikir, maju dalam kemampuan, tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai luhur budaya,” ungkapnya.

Keberagaman Jadi Kekuatan Kalbar

Lebih lanjut, Krisantus menegaskan bahwa keberagaman suku dan budaya merupakan kekayaan Kalimantan Barat yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, perbedaan tidak semestinya menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, apabila dikelola dengan baik, keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun daerah.

“Kalimantan Barat ini ada 24 suku yang sudah tercatat, yang sudah hidup turun-temurun. Saya pun tidak tahu kapan datangnya. Bahkan saudara-saudaraku suku Bugis juga tidak tahu secara persis kapan datang ke Kalimantan Barat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Bugis yang telah hidup dan berkembang di Kalimantan Barat merupakan bagian dari masyarakat Kalbar itu sendiri.

“Bugis yang ada di Kalimantan Barat adalah Bugis Kalimantan Barat, bukan Bugis di Pulau Sulawesi,” tegasnya.

Krisantus juga memastikan pemerintah daerah berkomitmen menjaga kehidupan masyarakat yang aman, nyaman dan saling menghormati tanpa membedakan latar belakang suku, agama maupun budaya.

“Suku apa pun, agama apa pun, budaya apa pun. Jangankan disakiti, dicubit pun tidak boleh. Ini yang harus saya jaga,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Krisantus mengajak seluruh keluarga besar YPBM menjadikan semangat persaudaraan Bugis dan Melayu sebagai energi positif untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Ia berharap YPBM dapat mengambil peran dalam mewujudkan Kalimantan Barat yang adil, demokratis, religius, sejahtera dan berwawasan lingkungan.

“Jadikan semangat persaudaraan Bugis dan Melayu sebagai energi positif untuk membangun daerah bagi seluruh masyarakat, serta mewujudkan Kalimantan Barat yang adil, demokratis, religius, sejahtera dan berwawasan lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: Layli/r

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play