Apple Raup Pendapatan US$109,4 Miliar, Penjualan iPhone Melonjak 21 Persen
Suara Kalbar – Apple membukukan kinerja keuangan yang solid pada kuartal III tahun fiskal 2026. Tingginya permintaan terhadap iPhone serta pertumbuhan pesat bisnis layanan (services) berhasil mendorong kenaikan pendapatan dan laba perusahaan.
Capaian tersebut diraih di tengah tantangan industri teknologi global yang masih menghadapi tekanan akibat krisis pasokan cip memori dan kenaikan biaya produksi.
Dikutip dari GSM Arena, Sabtu (1/8/2026), Apple mencatat pendapatan sebesar US$109,4 miliar pada kuartal III tahun fiskal 2026.
Angka tersebut meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan permintaan terhadap produk dan layanan Apple masih tetap kuat.
Dari sisi profitabilitas, Apple juga mencatat pertumbuhan yang signifikan. Laba bersih perusahaan mencapai US$29,8 miliar, atau naik 27 persen secara tahunan (year-on-year).
Kinerja positif tersebut terutama didorong oleh penjualan iPhone yang kembali menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan.
Lini smartphone andalan Apple itu membukukan pendapatan sebesar US$54,2 miliar, meningkat 21 persen dibandingkan kuartal III tahun fiskal 2025.
Selain penjualan perangkat keras, bisnis layanan (services) juga terus menjadi mesin pertumbuhan Apple. Divisi ini mencakup berbagai layanan digital, seperti penyimpanan awan (cloud), layanan keuangan, konten digital, hingga periklanan.
Sepanjang kuartal III 2026, pendapatan dari sektor layanan mencapai US$30,7 miliar, memperkuat posisi bisnis berbasis langganan sebagai salah satu sumber pemasukan terbesar perusahaan.
Apple juga mengungkapkan jumlah pelanggan berbayar di seluruh ekosistem layanannya kini telah menembus 1,5 miliar langganan, mencerminkan semakin besarnya basis pengguna layanan digital perusahaan.
Kinerja positif juga terlihat pada lini komputer Mac. Pendapatan dari segmen tersebut meningkat 29 persen menjadi US$10,3 miliar, menunjukkan permintaan terhadap perangkat komputer Apple tetap tinggi.
Sementara itu, penjualan iPad mengalami sedikit penurunan menjadi US$6,2 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, divisi perangkat wearable, produk rumah pintar, dan aksesori masih mencatat pertumbuhan positif. Segmen tersebut menghasilkan pendapatan sebesar US$7,9 miliar, atau meningkat sekitar 7 persen secara tahunan.
Meski membukukan hasil keuangan yang kuat, Apple masih menghadapi tantangan dari kondisi industri semikonduktor global. Saat ini, krisis cip memori menyebabkan harga berbagai komponen elektronik meningkat sehingga biaya produksi perangkat ikut bertambah.
Kenaikan biaya tersebut berpotensi mendorong harga jual produk menjadi lebih tinggi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi daya beli konsumen apabila kondisi pasokan belum kembali normal dalam beberapa kuartal mendatang.
Sumber: Beritasatu.com





