PM Jepang Sanae Takaichi Rombak Kabinet, Sejumlah Menteri Kunci Tetap Dipertahankan
Suara Kalbar – Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi melakukan perombakan kabinet pada Kamis (17/9/2026). Ini menjadi reshuffle kabinet pertama yang dilakukan Takaichi sejak mulai menjabat pada Oktober 2025.
Dalam perombakan tersebut, sejumlah menteri utama tetap dipertahankan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan kebijakan pemerintah, khususnya di bidang ekonomi, diplomasi, dan pertahanan.
Reshuffle juga berlangsung menjelang sidang parlemen luar biasa Jepang yang dijadwalkan dimulai pada 5 Oktober 2026. Dalam kabinet barunya, Takaichi mempertahankan sejumlah tokoh penting, sementara beberapa posisi lainnya diisi wajah baru.
Perombakan kabinet menjadi salah satu mekanisme yang umum digunakan pemerintahan Jepang untuk mengatur komposisi politik sekaligus menentukan prioritas pemerintahan.
Pemerintahan Takaichi juga menghadapi sejumlah tantangan dari dalam maupun luar negeri. Hubungan dengan Amerika Serikat menjadi salah satu perhatian, termasuk pembahasan mengenai peningkatan anggaran pertahanan dan investasi Jepang di AS.
Di dalam negeri, pemerintah juga berhadapan dengan tekanan terkait biaya hidup, inflasi, kebijakan fiskal, serta kondisi nilai tukar yen. Takaichi sebelumnya mendorong kebijakan pemotongan pajak konsumsi untuk makanan selama dua tahun sebagai salah satu langkah menghadapi tekanan biaya hidup.
Sejumlah Menteri Kunci Dipertahankan
Dalam reshuffle tersebut, Takaichi mempertahankan Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi dan Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi.
Keduanya tetap berada dalam kabinet untuk menjaga kesinambungan kebijakan di bidang pertahanan dan hubungan luar negeri Jepang. Keduanya juga termasuk tokoh yang sebelumnya pernah bersaing dalam politik internal Partai Demokrat Liberal (LDP).
Selain itu, Menteri Keuangan Satsuki Katayama juga tetap menduduki posisinya. Katayama merupakan salah satu tokoh penting dalam pelaksanaan kebijakan belanja dan fiskal pemerintahan Takaichi.
Menteri Kebijakan Ekonomi dan Fiskal Minoru Kiuchi juga dipertahankan. Keputusan tersebut menunjukkan adanya kesinambungan dalam agenda ekonomi pemerintah, terutama ketika Jepang tengah menghadapi tekanan inflasi, nilai tukar yen, serta perhatian pasar terhadap kondisi fiskal negara.
Menteri Perdagangan Ryosei Akazawa turut dipertahankan. Ia sebelumnya menangani sejumlah pembahasan antara Jepang dan Amerika Serikat, termasuk persoalan tarif serta komitmen investasi.
Selain mempertahankan sejumlah menteri utama, Takaichi juga memasukkan wajah baru dalam kabinet. Partai Japan Innovation Party (JIP), yang menjadi mitra koalisi LDP, untuk pertama kalinya mengirim seorang anggota ke dalam kabinet.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Yoshimasa Hayashi tidak kembali menduduki posisinya dan digantikan Hisayuki Fujii. Hayashi sebelumnya merupakan salah satu pesaing Takaichi dalam pemilihan ketua LDP tahun lalu.
Dengan susunan baru tersebut, Takaichi memasuki periode pemerintahan berikutnya dengan tetap mempertahankan sejumlah tokoh penting di bidang ekonomi, diplomasi, dan pertahanan, sembari melakukan perubahan pada sejumlah posisi lainnya.
Takaichi mengatakan kabinet barunya akan mengambil keputusan dan bertindak menghadapi berbagai tantangan. Ia juga menegaskan komitmennya menjalankan kebijakan fiskal yang proaktif dan bertanggung jawab.
Sumber: Beritasatu.com





