7 Tips Menjaga Kesehatan saat Musim Kemarau 2026, Cegah Dehidrasi hingga Heatstroke
Suara Kalbar – Musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September 2026, sementara fenomena El Nino turut meningkatkan risiko cuaca panas dan kekeringan di berbagai daerah.
Perubahan cuaca selama musim kemarau tidak hanya memengaruhi ketersediaan air, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan. Suhu udara yang lebih tinggi, paparan sinar matahari yang intens, serta kelembapan yang menurun dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga gangguan pada kulit.
Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cuaca panas dapat memengaruhi siapa saja. Karena itu, masyarakat dianjurkan menjaga tubuh tetap terhidrasi, membatasi aktivitas di bawah terik matahari, serta mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan akibat suhu yang ekstrem.
Berikut tujuh tips menjaga kesehatan selama musim kemarau agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari berbagai risiko penyakit.
1. Perbanyak Minum Air Putih
Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan langkah paling penting saat musim kemarau. Suhu udara yang meningkat membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat sehingga risiko dehidrasi ikut meningkat.
CDC menyarankan masyarakat minum air putih secara rutin meskipun belum merasa haus, terutama jika banyak beraktivitas di luar ruangan. Secara umum, kebutuhan cairan dapat dipenuhi dengan mengonsumsi sekitar delapan gelas air setiap hari atau lebih sesuai tingkat aktivitas.
2. Pilih Waktu yang Tepat untuk Berolahraga
Olahraga tetap penting untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari ketika suhu udara lebih rendah.
Jika memungkinkan, pilih lokasi yang teduh atau lakukan aktivitas fisik di dalam ruangan agar terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko kelelahan akibat panas.
3. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Selain memenuhi kebutuhan cairan, tubuh juga memerlukan nutrisi yang cukup untuk menjaga daya tahan selama cuaca panas.
Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran hijau, serta sumber protein sehat seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, dan kacang-kacangan. Buah dengan kandungan air tinggi, seperti semangka, melon, jeruk, dan mentimun, juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
4. Gunakan Pakaian yang Nyaman
Pemilihan pakaian turut memengaruhi kenyamanan saat beraktivitas di musim kemarau.
Gunakan pakaian berbahan ringan dan mudah menyerap keringat, seperti katun atau linen. Pilih pakaian yang longgar dan berwarna terang agar tubuh terasa lebih sejuk serta dapat mengurangi penyerapan panas dari sinar matahari.
5. Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan
Musim kemarau biasanya disertai meningkatnya debu dan polusi udara sehingga kebersihan diri maupun lingkungan perlu lebih diperhatikan.
Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, setelah beraktivitas di luar rumah, maupun setelah menyentuh benda yang berpotensi terkontaminasi. Membersihkan rumah secara rutin juga membantu mengurangi debu yang dapat memicu alergi dan gangguan pernapasan.
6. Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar hingga meningkatkan risiko kerusakan kulit dalam jangka panjang.
Gunakan tabir surya (sunscreen) dengan tingkat perlindungan yang sesuai sebelum beraktivitas di luar ruangan dan ulangi pemakaiannya setiap beberapa jam, terutama setelah berkeringat. Topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan pakaian berlengan panjang juga dapat memberikan perlindungan tambahan.
CDC juga menyarankan masyarakat menghindari paparan sinar matahari langsung pada pukul 10.00 hingga 16.00 karena intensitas radiasi UV berada pada tingkat tertinggi.
7. Kenali Tanda-Tanda Gangguan Akibat Panas
Cuaca panas dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti kram otot, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga sengatan panas (heatstroke) yang memerlukan penanganan medis segera.
Segera pindah ke tempat yang lebih sejuk, minum air putih, dan beristirahat apabila mulai merasakan pusing, tubuh sangat lemas, mual, atau berkeringat berlebihan. Jika gejala semakin berat atau disertai penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis.
Dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat, memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta membatasi aktivitas saat cuaca sangat panas, masyarakat dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama musim kemarau 2026 dan tetap menjalani aktivitas dengan aman.
Sumber: Beritasatu.com






