SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Kaseh Sekampong, Nada Melayu yang Menjaga Warisan Budaya di Tengah Gempuran Zaman

Kaseh Sekampong, Nada Melayu yang Menjaga Warisan Budaya di Tengah Gempuran Zaman

Kaseh Sekampong saat tampil di acara HUT KOMIC PON baru-baru ini. SUARAKALBAR.CO.ID/Fajar.

Pontianak (Suara Kalbar) – Denting musik mulai terdengar. Satu per satu alat musik dimainkan. Suara vokal kemudian mengalun, membawa pendengar pada nuansa Melayu yang lekat dengan adat, budaya, dan kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.

Di tengah derasnya arus musik modern, sebuah grup musik bernama Kaseh Sekampong hadir dengan warna yang berbeda. Bukan sekadar tampil untuk menghibur, grup ini membawa misi untuk menjaga agar lagu dan budaya Melayu tetap hidup serta dikenal oleh generasi muda.

Setiap penampilannya, Kaseh Sekampong konsisten membawakan lagu-lagu Melayu. Bagi mereka, musik bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi cara untuk mengenalkan kembali identitas budaya kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda.

Nama Kaseh Sekampong sendiri menjadi simbol kedekatan dan kebersamaan. Dari panggung ke panggung, mereka berusaha menghadirkan kembali suasana Melayu melalui lagu-lagu yang sarat dengan nilai budaya.

Founder Kaseh Sekampong, Saparudin, mengatakan grup tersebut pada awalnya dibentuk bukan sebagai grup band, melainkan sebagai sebuah grup TikTok yang memiliki tujuan untuk mengangkat marwah Melayu Kalimantan Barat, khususnya Pontianak.

“Kami tuh buat Kaseh Sekampong untuk grup TikTok, bukan band. Kita tujuannya untuk mengangkat marwah Melayu Kalimantan Barat, khususnya Pontianak. Biar Kaseh Sekampong jadikan minat untuk anak muda ke depan mengenal adat budaya Melayu Kalimantan Barat,” ujar Saparudin.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial justru dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui konten-konten musik Melayu, Kaseh Sekampong ingin membuktikan bahwa budaya tradisional tetap dapat hadir di tengah perkembangan zaman. Bahkan, budaya Melayu dapat dikemas dengan cara yang dekat dengan generasi muda.

Bagi Kaseh Sekampong, mengenalkan budaya tidak harus selalu dilakukan melalui cara-cara lama. Musik dan media sosial dapat menjadi jembatan agar anak-anak muda kembali mengenal warisan budaya yang ada di sekitarnya.

Vokalis Kaseh Sekampong, Deviana, mengungkapkan masih banyak masyarakat yang mengira Kaseh Sekampong merupakan sebuah grup orkes. Padahal, perjalanan mereka bermula dari media sosial TikTok.

“Kebanyakan orang berpikir Kaseh Sekampong orkes. Padahal pertama kali kami terjun di TikTok. Yang kami tampilkan untuk menggait para musisi ataupun rakyat, remaja, bahkan kalangan usia kecil sampai yang tua bisa bergabung mendengarkan lagu Melayu agar tidak hilang,” katanya.

Bagi Deviana, lagu Melayu memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan budaya masyarakat. Karena itu, ia ingin musik Melayu tetap didengar, dikenang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Lagu Melayu tetap dikenang sampai kapan pun,” ujarnya.

Di balik setiap penampilan Kaseh Sekampong, tersimpan harapan agar generasi muda tidak semakin jauh dari akar budayanya. Mereka ingin anak-anak masa kini tetap mengenal adat istiadat dan budaya Melayu, meskipun hidup di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

Deviana mengatakan, mengenalkan budaya kepada generasi muda merupakan salah satu cara untuk menjaga agar mereka tidak kehilangan identitas.

“Saya ingin mengangkat budaya itu supaya anak-anak sekarang tidak lepas dari adat budaya. Jadi positifnya akan dapat, seperti itu saja sih yang ingin kami sampaikan,” tuturnya.

Kaseh Sekampong menyadari, menjaga budaya bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan dalam waktu singkat. Diperlukan konsistensi, kreativitas, serta kemauan untuk terus memperkenalkan budaya kepada masyarakat.

Musik menjadi pilihan mereka. Lagu-lagu Melayu menjadi medium untuk menyampaikan pesan. Sementara panggung dan media sosial menjadi ruang untuk memperluas jangkauan.

Dari alunan lagu Melayu, Kaseh Sekampong ingin menyampaikan pesan sederhana: bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Sebab, di tengah perubahan zaman, budaya tidak harus ditinggalkan. Ia dapat dirawat, dikembangkan, dan diperkenalkan dengan cara yang lebih dekat dengan generasi masa kini.

Kaseh Sekampong pun terus melangkah dengan musik Melayu sebagai identitasnya. Membawa lagu-lagu lama ke telinga generasi baru, mengenalkan adat budaya kepada anak muda, dan menjaga agar marwah Melayu Kalimantan Barat tetap hidup dalam setiap nada yang mereka mainkan. Karena bagi mereka, ketika musik Melayu terus dinyanyikan, maka budaya Melayu akan terus dikenang.

Penulis: Fajar Bahari

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play