Bupati Sujiwo Tekankan Kunjungan Luar Negeri Harus Berdampak, Dorong Aktivasi Terminal Barang Internasional Kubu Raya
Kuching (Suara Kalbar) – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan bahwa setiap kunjungan kerja, termasuk perjalanan dinas ke luar negeri, harus menghasilkan tindak lanjut yang nyata dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri ramah tamah bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Sarawak, Malaysia, Senin (20/7/2026).
Sujiwo mengatakan kunjungan kerja yang dilakukan pemerintah daerah harus mampu memberikan manfaat konkret bagi masyarakat melalui penguatan kerja sama, peningkatan investasi, maupun pembukaan akses pasar.
“Alhamdulillah malam hari ini kita bisa beramah-tamah di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching. Saya sendiri membawa rombongan dan langsung diterima oleh Konjen,” ujar Sujiwo.
Kehadiran Bupati Kubu Raya di Kuching merupakan bagian dari agenda memenuhi undangan Kementerian Perdagangan Antara Bangsa, Industri, dan Pelaburan Sarawak untuk menghadiri Borneo International Halal Showcase (BIHAS) 2026 yang berlangsung pada 21–23 Juli 2026.
Forum perdagangan dan investasi internasional tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas akses pasar, memperkuat kerja sama usaha, mengembangkan kapasitas kewirausahaan, serta mendorong promosi perdagangan dan industri halal antara Sarawak dan Kabupaten Kubu Raya.
Karena itu, Sujiwo meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendampinginya agar segera menyusun langkah konkret sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan dan berbagai peluang kerja sama yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.
“Harapan kita nanti teman-teman perangkat daerah terkait yang mendampingi saya pada hari ini, khusus Kubu Raya harus ada tindak lanjut, harus ada follow up. Tidak boleh berhenti hanya di tingkat seremonial. Kita sudah mengeluarkan energi, tenaga, waktu, pikiran, dana, dan lain sebagainya,” tegasnya.
Menurut Sujiwo, tindak lanjut menjadi hal yang sangat penting mengingat perjalanan dinas luar negeri kerap menjadi perhatian dan sorotan masyarakat. Oleh sebab itu, setiap kegiatan harus mampu menunjukkan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Walaupun jaraknya dekat dan harga tiketnya murah, ini tetap luar negeri. Maka sangat sensitif ketika publik melihatnya. Padahal kita ke sini menghadiri undangan dan secara khusus dalam rangka perjalanan dinas untuk tujuan tertentu. Nah, tujuan tertentu ini yang harus teman-teman follow up dan tindak lanjuti,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga mengungkapkan rencana mendorong pengaktifan Terminal Barang Internasional (TBI) di Kabupaten Kubu Raya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Menurutnya, keberadaan terminal tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung aktivitas ekspor dan impor berbagai komoditas unggulan Kalimantan Barat sehingga dapat memperkuat daya saing daerah.
“Satu lagi kita akan coba mendorong ada TBI (Terminal Barang Internasional) yang selama ini belum termanfaatkan. Nanti saya akan minta waktu kepada Pak Gubernur bagaimana TBI itu bisa difungsikan. Bangunannya itu megah. Kalau itu dapat difungsikan, maka akan membantu impor dan ekspor berkaitan dengan komoditas-komoditas yang ada di Provinsi Kalimantan Barat khususnya,” tutupnya.
Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching menyambut hangat kedatangan rombongan pimpinan daerah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kalimantan Barat.
Konsul Jenderal RI Kuching, Abdullah Zulkifli, menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi yang terdiri dari Bupati Kubu Raya, Bupati Mempawah, Wali Kota Pontianak, para pelaku UMKM, serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat, Kadin Provinsi, dan Kadin Kota.
Menurutnya, kehadiran delegasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi Indonesia di wilayah Malaysia Timur, khususnya Sarawak.
“Hari ini kami sangat bergembira atas kedatangan tim yang kuat dari Kalimantan Barat,” kata Abdullah Zulkifli.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan KJRI akan semakin memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Brunei Darussalam.
“Seperti kita ketahui, di Pulau Kalimantan ini ada tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Dengan kehadiran para pimpinan daerah Kalimantan Barat ini menjadi amunisi bagi KJRI Kuching untuk semakin gencar mempromosikan Indonesia dan mendorong kerja sama yang berkelanjutan antara kedua negara,” ujarnya.
Selain mendorong kerja sama ekonomi, Abdullah menegaskan KJRI Kuching tetap mengedepankan fungsi perlindungan bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Sarawak.
“Kami dari KJRI selalu mengutamakan fungsi perlindungan dan proteksi bagi para WNI yang berada di wilayah Sarawak. Terima kasih sekali lagi kami sampaikan. Semoga kegiatan ini berhasil,” tutupnya.
Penulis: Prokopim KKR
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






