Libur Sekolah dan Stimulus Tiket Dongkrak Penumpang PELNI Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar) – Musim libur sekolah, jumlah penumpang kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Pontianak mengalami peningkatan. Kenaikan ini turut didorong program stimulus berupa potongan harga tiket sebesar 30 persen yang diberikan pemerintah melalui PELNI untuk periode 20 Juni hingga 15 Agustus 2026.
Kepala Cabang PT PELNI Pontianak, Fitriyaningsih, mengatakan peningkatan jumlah penumpang terlihat sejak program diskon diberlakukan. Meski salah satu armada utama, KM Bukit Raya, tengah menjalani perawatan tahunan (docking), minat masyarakat menggunakan transportasi laut tetap tinggi.
Menurutnya, selama proses docking KM Bukit Raya, pelayanan rute menuju Kepulauan Tujuh untuk sementara dilayani oleh KM Kelimutu yang mendapat penugasan tambahan.
“Bukit Raya kita sedang maintenance tahunan atau docking. Untuk sementara rute ke Pulau Tujuh diperbantukan oleh KM Kelimutu. Permintaan ini juga datang dari pemerintah daerah di Kepulauan Tujuh karena masih musim libur sekolah sehingga diperlukan kapal untuk mengangkut masyarakat dari wilayah kepulauan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KM Kelimutu kini melayani rute tambahan menuju Serasan, Natuna, Midai, Tarempa, Letung, Kijang hingga Tanjung Priok untuk menggantikan operasional KM Bukit Raya selama masa perawatan.
Selain penambahan layanan, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif tiket sebesar 30 persen bagi seluruh kapal PELNI di Indonesia.
“Ini masih dalam periode stimulus diskon. Pemerintah melalui PELNI memberikan diskon sebesar 30 persen dari tarif dasar untuk keberangkatan mulai 20 Juni sampai 15 Agustus. Semua kapal PELNI di seluruh Indonesia mendapatkan stimulus tersebut sampai kuotanya terpenuhi,” katanya.
Fitriyaningsih mengungkapkan, sejak program tersebut dimulai, jumlah penumpang yang berangkat dari Pontianak meningkat cukup signifikan.
“Dari 20 Juni sampai sekarang sudah ada tiga keberangkatan dari Pontianak. Biasanya penumpang hanya sekitar 500 sampai 600 orang, tetapi pada tiga keberangkatan terakhir sudah di 2.100 orang,” jelasnya.
Adapun tujuan favorit penumpang beragam, mulai dari Surabaya menggunakan KM Bukit Raya sebelum memasuki masa docking, hingga Semarang dan Tanjung Priok menggunakan KM Kelimutu.
PELNI Pontianak optimistis jumlah penumpang akan terus meningkat hingga berakhirnya masa stimulus pada pertengahan Agustus mendatang.
“Kami berharap sampai periode 15 Agustus nanti jumlah penumpang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebelum ada stimulus. Target kami ada kenaikan sekitar empat persen,” ujarnya.
Meski demikian, secara keseluruhan jumlah penumpang tahunan diperkirakan sedikit menurun karena bertepatan dengan masa docking KM Bukit Raya yang biasanya menjadi salah satu armada dengan jumlah penumpang terbesar di Pontianak.
“Kalau secara total memang sedikit turun, sekitar dua sampai tiga persen, karena tahun ini Bukit Raya sedang docking saat libur sekolah. Tetapi kalau dilihat dari setiap keberangkatan, jumlah penumpangnya justru lebih tinggi dibandingkan biasanya,” pungkas Fitriyaningsih.
Penulis: Fajar Bahari






