SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Prof. Wajidi Sayadi Maju Calon Rektor IAIN Pontianak 2026-2030, Usung Penguatan Moderasi Beragama dan Integrasi Keilmuan

Prof. Wajidi Sayadi Maju Calon Rektor IAIN Pontianak 2026-2030, Usung Penguatan Moderasi Beragama dan Integrasi Keilmuan

Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag

Pontianak (Suara Kalbar) – Bursa pemilihan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak periode 2026–2030 menghadirkan sejumlah akademisi yang memiliki rekam jejak di bidang pendidikan tinggi dan keislaman. Salah satu di antaranya adalah Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., yang dikenal sebagai akademisi, ulama, sekaligus tokoh moderasi beragama di Kalimantan Barat.

Prof. Wajidi memiliki pengalaman panjang di bidang pendidikan, dakwah, dan penguatan kerukunan antarumat beragama. Selama berkarier, ia aktif dalam berbagai organisasi keagamaan serta forum lintas agama yang berfokus pada pembangunan harmoni sosial di Kalimantan Barat.

Dalam bidang kerukunan umat beragama, Prof. Wajidi pernah menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Barat periode 2012–2017. Pada masa kepemimpinannya, FKUB menginisiasi deklarasi damai yang melibatkan lebih dari 20 organisasi kemasyarakatan, paguyuban, serta tokoh lintas agama, suku, dan etnis.

Deklarasi tersebut digelar di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan menjaga kondusivitas daerah.

Komitmennya terhadap penguatan toleransi juga mendapat pengakuan di tingkat internasional. Pada 2019, Prof. Wajidi mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP) on Demand di Amerika Serikat dengan tema Promoting Tolerant Messaging. Dalam program tersebut, ia berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan berbagai organisasi yang bergerak di bidang dialog lintas agama dan pembangunan masyarakat yang inklusif.

Selain aktif dalam forum lintas agama, Prof. Wajidi juga dikenal sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU). Ia menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah PWNU Kalimantan Barat selama tiga periode, yakni 2012 hingga 2026. Dalam berbagai kesempatan, ia konsisten mengampanyekan nilai-nilai Islam wasathiyah melalui pendekatan dakwah yang mengedepankan moderasi, toleransi, keseimbangan, serta dialog.

Di era digital, Prof. Wajidi juga memanfaatkan berbagai platform media sosial dan laman pribadinya untuk menyebarluaskan materi dakwah, kajian Al-Qur’an, serta edukasi keagamaan kepada masyarakat.

Di lingkungan akademik, Prof. Wajidi memiliki pengalaman manajerial yang cukup panjang. Saat menjabat sebagai Ketua Jurusan Dakwah di STAIN Pontianak, ia turut mengembangkan sejumlah program studi baru, di antaranya Manajemen Dakwah, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta Studi Agama-Agama sebagai bagian dari penguatan kelembagaan akademik.

Keahliannya di bidang Al-Qur’an dan Tafsir juga diakui secara nasional. Sejak 2007 hingga 2025, ia dipercaya Kementerian Agama Republik Indonesia menjadi anggota Tim Pakar Pembahas Revisi Tafsir dan Terjemahan Al-Qur’an. Selain itu, ia telah menghasilkan lebih dari 20 buku ilmiah yang berkaitan dengan studi Islam dan tafsir.

Dalam pencalonannya sebagai Rektor IAIN Pontianak periode 2026–2030, Prof. Wajidi membawa gagasan penguatan kurikulum berbasis integrasi ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas riset, serta pengembangan karakter mahasiswa yang moderat dan berwawasan kebangsaan.

Visi tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi IAIN Pontianak sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Pemilihan Rektor IAIN Pontianak periode 2026–2030 sendiri masih berlangsung sesuai tahapan yang ditetapkan. Seluruh calon akan mengikuti proses seleksi berdasarkan ketentuan yang berlaku sebelum ditetapkan rektor terpilih.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play