Breaker Sekadau Manfaatkan Teknologi PoC untuk Perluas Jangkauan Komunikasi hingga Seluruh Nusantara
Sekadau (Suara Kalbar) – Perkembangan teknologi komunikasi terus menghadirkan berbagai inovasi yang memudahkan masyarakat dalam berinteraksi. Salah satunya adalah Push-to-Talk over Cellular (PoC), sebuah teknologi komunikasi dua arah yang menggabungkan fungsi Handy Talky (HT) konvensional dengan jaringan internet seluler seperti 4G/LTE dan Wi-Fi.
POC Indonesia (POC IND) merupakan sub unit dari INADI (Informasi Antar Daerah Indonesia AHU-0010994.AH.01.07.Tahun 2024), adalah komunitas komunikasi berbasis aplikasi dari berbagai kalangan umur dan profesi, yang bertujuan menjalin hubungan antar personal, baik di provinsi dan Nusantara, dalam tujuan silaturahmi maupun informasi darurat kebencanaan.
Teknologi PoC kini mulai banyak dimanfaatkan oleh para pencinta breaker atau penggemar komunikasi radio di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Berbeda dengan HT tradisional yang memiliki keterbatasan jangkauan karena bergantung pada frekuensi radio tertentu dan kondisi geografis, PoC memungkinkan pengguna berkomunikasi secara instan melalui jaringan internet dengan cakupan yang jauh lebih luas.
Bagi komunitas breaker dan pecinta radio, kehadiran PoC menjadi solusi untuk menjaga komunikasi tanpa dibatasi jarak. Melalui perangkat khusus PoC maupun aplikasi yang terhubung ke jaringan seluler, para anggota komunitas dapat saling bertukar informasi, menjalin silaturahmi, dan memperluas jaringan pertemanan hingga ke berbagai penjuru Indonesia.
Kadarto, anggota PoC Indonesia di Sekadau, mengatakan, teknologi PoC memberikan pengalaman komunikasi yang lebih fleksibel dibandingkan HT konvensional.
“Kalau HT biasa jangkauannya terbatas dan terkadang terhalang kondisi geografis. Dengan PoC, selama ada sinyal internet, kita bisa berkomunikasi dengan rekan-rekan di luar daerah bahkan di pulau lain secara langsung,” ujarnya, Senin (22/6/2026) malam.
Senada diungkapkan Asep Tea, keberadaan teknologi ini dinilai mampu menjadi jembatan antara tradisi komunikasi radio yang telah lama digemari masyarakat dengan perkembangan teknologi digital masa kini.
“Para pencinta breaker tetap dapat menikmati sensasi komunikasi layaknya menggunakan HT, namun dengan jangkauan yang jauh lebih luas dan kualitas suara yang lebih stabil,” ungkap Asep yang sering komunikasi di Kanal Jabar ini.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






