SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Benarkah Semangka Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Fakta dari Para Ahli

Benarkah Semangka Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Fakta dari Para Ahli

Semangka kaya nutrisi, likopen, dan serat yang efektif mendukung hidrasi serta manajemen berat badan, namun konsumsinya perlu dibatasi bagi penderita diabetes. (Mashed/DOK)

Suara Kalbar – Semangka menjadi salah satu buah yang paling banyak dicari saat cuaca panas. Rasanya yang manis dan kandungan air yang melimpah membuat buah ini dikenal mampu memberikan sensasi segar sekaligus membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Tak hanya menyegarkan, semangka juga menyimpan berbagai kandungan nutrisi yang kerap dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan. Karena itu, buah berkulit hijau belang ini terus menjadi objek penelitian para ilmuwan dan ahli gizi di berbagai negara.

Kandungan air dalam semangka mencapai sekitar 92 persen, sehingga sering disebut sebagai salah satu cara alami untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Meski demikian, ahli nutrisi Lily Soutter menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan semangka lebih efektif dibandingkan air putih dalam menjaga hidrasi tubuh.

Namun, sebagai camilan sehat, semangka tetap menjadi pilihan menarik. Dalam satu porsi sekitar 152 gram, buah ini hanya mengandung sekitar 46 kalori dengan kandungan gula alami sekitar 9 gram, sehingga relatif ramah bagi mereka yang sedang menjaga berat badan.

Salah satu keunggulan utama semangka terletak pada kandungan likopen, yaitu pigmen alami yang memberikan warna merah pada daging buah. Likopen dikenal sebagai antioksidan yang berfungsi membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh.

Menurut Lily Soutter, konsentrasi likopen dalam semangka segar bahkan diketahui lebih tinggi dibandingkan tomat segar. Antioksidan ini dipercaya berperan dalam melindungi tubuh dari dampak paparan polusi udara, asap rokok, hingga sinar ultraviolet.

Meski demikian, para ahli mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung menganggap semangka sebagai makanan ajaib yang mampu mencegah berbagai penyakit serius. Beberapa penelitian memang menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi likopen dengan penurunan risiko sejumlah jenis kanker, termasuk kanker prostat. Namun, hasil penelitian tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya secara pasti.

Yang jelas, pola makan yang kaya buah dan sayuran, termasuk semangka, telah terbukti membantu menjaga kesehatan tubuh secara umum serta menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.

Selain itu, semangka juga sering dikaitkan dengan manfaat untuk kesehatan jantung dan tekanan darah. Hal ini karena buah tersebut mengandung asam amino L-citrulline yang dapat diubah tubuh menjadi nitrat oksida, senyawa yang membantu melebarkan pembuluh darah.

Meski begitu, sebagian besar penelitian mengenai manfaat L-citrulline masih menggunakan suplemen dengan dosis tinggi, sehingga efektivitas konsumsi semangka secara langsung terhadap penurunan tekanan darah masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Perdebatan lain yang sering muncul adalah apakah semangka lebih baik dikonsumsi secara utuh atau dalam bentuk jus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jus semangka dapat membantu menjaga fungsi pembuluh darah dan mendukung kestabilan detak jantung dalam kondisi tertentu.

Semangka juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting, seperti vitamin A yang berperan dalam menjaga sistem imun, vitamin C sebagai antioksidan alami, serta kalium yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Meski demikian, para ahli gizi lebih menyarankan mengonsumsi semangka dalam bentuk potongan buah utuh. Alasannya, proses pembuatan jus dapat mengurangi kandungan serat yang terdapat dalam buah, sementara gula alaminya akan lebih cepat diserap oleh tubuh.

Karena itu, berbagai panduan kesehatan menyarankan konsumsi jus buah tidak berlebihan, yakni sekitar 150 mililiter per hari.

Menariknya, semangka juga dinilai berpotensi membantu program pengelolaan berat badan. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2019 menemukan bahwa konsumsi dua cangkir semangka setiap hari selama empat minggu dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama pada orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan.

Kondisi tersebut membuat peserta penelitian cenderung mengurangi konsumsi camilan tinggi kalori sehingga berkontribusi terhadap penurunan berat badan dan indeks massa tubuh (IMT).

Meski memiliki banyak manfaat, semangka tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Pada beberapa kelompok tertentu, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Penderita diabetes, misalnya, perlu memperhatikan jumlah konsumsi karena semangka mengandung gula alami dan fruktosa. Selain itu, individu yang mengonsumsi obat tekanan darah, obat disfungsi ereksi, atau obat diuretik tertentu juga disarankan berkonsultasi dengan dokter apabila ingin mengonsumsi semangka dalam jumlah besar.

Kini, semangka tidak lagi hanya hadir sebagai buah pencuci mulut. Berbagai kreasi kuliner modern mulai memanfaatkan buah ini sebagai bahan utama, mulai dari salad, minuman segar, hingga hidangan penutup rendah kalori yang semakin populer di berbagai negara.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play