SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Pembina KOPPAN Mempawah, Cek Zoul, Ungkap Rahasia Melestarikan Pantun di Era Digital

Pembina KOPPAN Mempawah, Cek Zoul, Ungkap Rahasia Melestarikan Pantun di Era Digital

Pembina KOPPAN Kabupaten Mempawah, yang akrab disapa Cek Zoul. [SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa]

Pontianak (Suara Kalbar) – Geliat pelestarian sastra lisan Melayu di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat kembali mendapat sorotan positif.

Kali ini, melalui gelombang udara RRI Pro 4 Pontianak dalam program unggulan “Ander Pagi”, sosok pembina Kelompok Kopi Pantun (KOPPAN) Kabupaten Mempawah, yang akrab disapa Cek Zoul, hadir sebagai narasumber istimewa.

Dalam sesi bincang santai namun berbobot tersebut, Cek Zoul berbagi wawasan mendalam mengenai dinamika dunia pantun modern yang tetap berakar pada tradisi. Kehadirannya disambut antusias oleh para pendengar setia RRI Pro 4 dari berbagai daerah.

Lima Pilar Utama Pelestarian Pantun
Menanggapi pertanyaan pendengar yang beragam, Cek Zoul menguraikan lima poin kunci yang menjadi fondasi gerakan KOPPAN:

Pengembangan Pantun yang Relevan:
Cek Zoul menekankan bahwa pantun tidak boleh stagnan.

“Pantun harus hidup bersama zamannya. Kita bisa memasukkan isu kesehatan, teknologi, atau kehidupan sehari-hari ke dalam rima, asalkan nilai estetika Melayunya tetap terjaga,” ujarnya.

Seni Berbalas Pantun:
Dijelaskannya bahwa berbalas pantun bukan sekadar adu cepat, melainkan adu ketepatan makna dan kesopanan.

“Ini adalah dialog budaya. Siapa yang paling halus budinya dan tajam akalnya, dialah yang menang,” tambah Cek Zoul.

Teknik Berpantun yang Enak Didengar:
Kunci utamanya terletak pada intonasi dan penjiwaan.

“Pantun yang baik itu seperti musik. Ada jeda, ada penekanan, dan ada rasa. Jangan terburu-buru. Biarkan kata-kata itu ‘menyentuh’ telinga sebelum masuk ke hati,” ungkapnya.

Rahasia Pantun Spontan (Improvisasi):
Menjawab rasa penasaran banyak pemula, Cek Zoul membocorkan tekniknya: Banyak Membaca & Peka Lingkungan.

“Otak kita harus dipenuhi ‘bank data’ kata-kata. Saat melihat sesuatu, langsung cari rimanya di kepala. Latihan terus-menerus di komunitas KOPPAN adalah kuncinya,” saran Cek Zoul.

Langkah Strategis KOPPAN Mempawah:
Sebagai pembina, Cek Zoul memaparkan bahwa KOPPAN tidak hanya berkumpul untuk bersenang-senang.

“Kami menjadikan kopi sebagai medium perekat. Dari secangkir kopi, lahir diskusi untuk membangun. ,” jelasnya tegas.

Dukungan Terhadap Kearifan Lokal
Kehadiran Cek Zoul di RRI Pro 4 Pontianak ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa generasi muda dan tokoh masyarakat di Bumi Galaherang serius dalam menjaga marwah bahasa Melayu.

Kolaborasi antara kecintaan pada budaya lokal dengan pemanfaatan media massa modern seperti radio nasional diharapkan dapat menginspirasi kelompok seni lainnya di Kalimantan Barat.

“Saya bersyukur bisa mewakili teman-teman KOPPAN. Ini bukan prestasi pribadi, tapi kemenangan bersama bagi pelestarian adat Melayu Mempawah,” ucap Cek Zoul dengan rendah hati.

Rapi berhias si manik manik
Susun berlipat katun sekarang
Kopi panas uapnya naik
Di situ tempat pantun dikarang

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play