SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Merawat Toleransi dan Kemajemukan Kalimantan Barat Melalui Nilai-Nilai Pancasila

Merawat Toleransi dan Kemajemukan Kalimantan Barat Melalui Nilai-Nilai Pancasila

Firdaus

Pontianak (Suara Kalbar) – Keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Kalimantan Barat menjadi modal sosial yang berharga dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan kemajemukan melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Kalimantan Barat dikenal sebagai rumah besar bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari suku Dayak, Melayu, Tionghoa, Madura, Jawa, Bugis, hingga berbagai etnis lainnya yang hidup berdampingan dalam suasana penuh kebersamaan. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan dan membangun kehidupan yang damai, adil, serta menjunjung tinggi persaudaraan.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Kalimantan Barat telah menunjukkan praktik toleransi yang nyata. Sikap saling menghormati antarumat beragama, gotong royong dalam berbagai kegiatan sosial, hingga penghargaan terhadap tradisi dan budaya yang berbeda menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang terus terpelihara.

Berbagai perayaan budaya seperti Gawai Dayak, Robo-Robo, Cap Go Meh, dan sejumlah tradisi lainnya menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan. Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk hidup bersama, melainkan kekuatan yang memperkaya identitas Kalimantan Barat.

Dosen Ilmu Politik Universitas Tanjungpura, Firdaus, S.IP., M.Sos., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Moderasi Lintas Etnis, menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Kita ingin lewat Hari Lahirnya Pancasila, kita merawat toleransi dan kemajemukan. Pancasila bukan hanya dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari agar persatuan dan kerukunan masyarakat tetap terjaga,” ujar Firdaus.

Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki pengalaman panjang dalam membangun kehidupan masyarakat yang majemuk. Oleh karena itu, semangat saling menghormati, dialog, dan gotong royong harus terus diperkuat agar berbagai perbedaan dapat menjadi sumber kekuatan bersama.

Firdaus menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila mengajarkan setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun budaya. Sila Persatuan Indonesia menjadi pengingat bahwa keberagaman harus menjadi perekat bangsa, bukan sumber perpecahan.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, masyarakat juga diharapkan semakin bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar. Sikap kritis, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan persatuan menjadi bagian penting dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di era digital.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, masyarakat Kalimantan Barat diajak untuk terus memperkuat semangat toleransi, menjaga kemajemukan, dan membangun persaudaraan antarsesama. Dengan demikian, keberagaman yang dimiliki dapat terus menjadi modal sosial yang berharga dalam mewujudkan Kalimantan Barat yang damai, maju, dan sejahtera.

Penulis: Rilis

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play