Apakah Daging Kurban Perlu Dicuci Sebelum Dimasak? Ini Penjelasan Ahli
Suara Kalbar – Daging kurban menjadi salah satu hal yang paling dinantikan saat Iduladha 2026 tiba. Setelah proses penyembelihan dan pembagian selesai, banyak keluarga langsung menyiapkan berbagai hidangan favorit, mulai dari sate, gulai, rendang, hingga tongseng.
Namun, di balik proses pengolahannya, ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul setiap tahun, yakni apakah daging kurban perlu dicuci terlebih dahulu sebelum dimasak.
Selama bertahun-tahun, mencuci daging mentah dianggap sebagai langkah wajib agar daging terlihat lebih bersih dan aman dikonsumsi. Banyak orang meyakini air dapat menghilangkan darah, sisa kotoran, hingga bakteri yang menempel pada permukaan daging.
Padahal, berbagai lembaga kesehatan dan keamanan pangan internasional justru menyarankan hal berbeda. Pertanyaan mengenai boleh atau tidaknya mencuci daging sebenarnya tidak sesederhana itu karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan, kualitas daging, serta cara penanganannya di dapur.
Daging Kurban Tidak Perlu Dicuci sebelum Dimasak
Sebagian orang menganggap semakin sering daging dicuci, maka hasilnya akan semakin bersih. Namun secara ilmiah, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Berbagai penelitian menunjukkan mencuci daging mentah tidak efektif menghilangkan bakteri yang menempel di permukaannya. Beberapa bakteri atau patogen yang umum ditemukan pada daging mentah, antara lain Salmonella, E coli, Campylobacter, hingga Listeria.
Mikroorganisme tersebut tidak akan hilang hanya dengan air mengalir karena sebagian dapat menempel cukup kuat pada permukaan daging. Cara yang dinilai paling efektif untuk membunuh bakteri bukan melalui pencucian, melainkan lewat proses pemasakan pada suhu yang memadai.
Umumnya, bakteri akan mati ketika daging mencapai suhu internal aman sekitar 70 derajat celsius atau lebih, tergantung jenis daging yang diolah. Oleh karena itu, fokus utama seharusnya bukan pada pencucian berulang, melainkan memastikan daging dimasak hingga benar-benar matang.
Risiko Mencuci Daging Mentah sebelum Dimasak
Kebiasaan mencuci daging ternyata dapat menimbulkan risiko yang lebih besar dibanding manfaatnya. Salah satu risiko utama adalah terjadinya kontaminasi silang atau cross contamination.
Saat air mengenai permukaan daging mentah, percikan kecil dapat menyebar ke berbagai area dapur, seperti wastafel, meja, talenan, pisau, hingga bahan makanan lain yang berada di sekitarnya.
Berdasarkan rekomendasi keamanan pangan dari US Department of Agriculture (USDA), cipratan air dari daging mentah dapat menyebar hingga sekitar 50–60 sentimeter dari area pencucian.
Kondisi ini memungkinkan bakteri berpindah tanpa disadari. Sejumlah penelitian juga menyebutkan bahwa kontaminasi silang menjadi salah satu penyebab utama penyakit bawaan makanan di lingkungan rumah tangga.
Lembaga kesehatan World Health Organization (WHO) bahkan mencatat sekitar 1 dari 10 orang di dunia mengalami penyakit akibat makanan yang terkontaminasi setiap tahunnya.
Akibat penanganan daging yang kurang tepat, beberapa risiko kesehatan yang dapat muncul antara lain mual dan muntah, diare, infeksi saluran pencernaan, infeksi bakteri Salmonella atau Campylobacter, hingga komplikasi serius akibat bakteri E coli pada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Kapan Daging Kurban Boleh Dicuci?
Meski secara umum tidak disarankan, bukan berarti daging sama sekali tidak boleh terkena air. Dalam kondisi tertentu, pencucian masih dapat dilakukan secara terbatas.
Misalnya ketika terdapat pasir, serpihan tulang, sisa kotoran fisik, atau darah segar yang cukup banyak menempel pada permukaan daging. Jika kondisi tersebut ditemukan, pencucian dapat dilakukan singkat menggunakan air mengalir.
Namun, daging sebaiknya tidak direndam terlalu lama. Merendam atau mencuci secara berlebihan dapat menyebabkan air terserap ke dalam jaringan daging. Akibatnya, tekstur daging berpotensi berubah menjadi lebih keras, cita rasa alaminya berkurang, dan sebagian nutrisi dapat ikut larut bersama air.
Setelah dibilas, daging disarankan segera ditiriskan atau dikeringkan menggunakan tisu dapur sekali pakai agar kelembapannya tidak berlebihan.
Cara Aman Menangani Daging Kurban sebelum Dimasak
Daripada berfokus pada proses pencucian, langkah yang jauh lebih penting adalah memastikan penanganan daging dilakukan secara higienis sejak awal. Penggunaan alat khusus untuk daging menjadi salah satu langkah yang dianjurkan.
Pisau dan talenan untuk daging mentah sebaiknya dipisahkan dari alat yang digunakan untuk sayuran, buah, atau makanan siap santap guna mengurangi risiko perpindahan bakteri.
Kebersihan tangan juga perlu diperhatikan. Sebelum dan sesudah memegang daging, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik agar penyebaran bakteri dapat diminimalkan.
Jika daging belum langsung diolah, simpan dalam wadah tertutup di lemari pendingin dengan suhu sekitar 4 derajat celsius. Untuk penyimpanan jangka panjang, gunakan freezer dengan suhu sekitar -18 derajat celsius agar kualitas daging tetap terjaga.
Selain itu, daging mentah sebaiknya tidak disimpan berdekatan dengan buah, sayuran, maupun makanan matang untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah memastikan daging dimasak hingga matang sempurna. Proses pemanasan yang cukup tetap menjadi cara paling efektif dalam membunuh bakteri berbahaya.
Pada dasarnya, daging kurban tidak selalu perlu dicuci sebelum dimasak. Bahkan dalam banyak kondisi, kebiasaan tersebut justru berpotensi meningkatkan penyebaran bakteri melalui percikan air dan kontaminasi silang.
Penanganan yang higienis, penyimpanan yang tepat, serta proses memasak hingga matang jauh lebih penting untuk menjaga keamanan pangan. Dengan cara pengolahan yang benar, daging kurban tetap dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat dan aman disantap bersama keluarga saat Iduladha 2026.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





