SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Thailand Temukan Dinosaurus Raksasa Baru, Panjangnya Capai 27 Meter

Thailand Temukan Dinosaurus Raksasa Baru, Panjangnya Capai 27 Meter

Ilustrasi dinosaurus Nagatitan chaiyaphumensis. (Beritasatu.com/AI)

Suara Kalbar – Dunia paleontologi dibuat heboh setelah para peneliti mengumumkan penemuan dinosaurus raksasa baru di Thailand. Fosil yang ditemukan di Provinsi Chaiyaphum itu mengarah pada spesies baru bernama Nagatitan chaiyaphumensis, seekor dinosaurus pemakan tumbuhan berukuran sangat besar dengan leher dan ekor panjang.

Penemuan ini menarik perhatian para ilmuwan karena ukuran tubuhnya yang luar biasa. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports, Nagatitan diperkirakan memiliki panjang sekitar 27 meter dengan berat mencapai 27 hingga 30 ton. Ukuran tersebut menjadikannya dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara.

Sebagai perbandingan, Tyrannosaurus rex berukuran besar diperkirakan hanya memiliki panjang sedikit di atas 12 meter. Temuan ini sekaligus membuka wawasan baru mengenai keragaman dinosaurus yang pernah hidup di kawasan Asia Tenggara jutaan tahun lalu.

Nagatitan Chaiyaphumensis, Dinosaurus Raksasa Baru dari Thailand

Nagatitan chaiyaphumensis termasuk dalam kelompok sauropoda, yakni dinosaurus darat terbesar yang pernah hidup di Bumi. Kelompok ini dikenal sebagai dinosaurus herbivora berleher panjang dengan tubuh besar, kaki kokoh seperti pilar, serta rongga perut yang sangat besar.

Sauropoda juga memiliki ekor panjang dan kepala relatif kecil. Nagatitan masih satu kelompok dengan dinosaurus terkenal seperti Diplodocus dan Brontosaurus.

Tubuh raksasanya memungkinkan dinosaurus ini menjelajahi area terbuka sambil memakan berbagai tumbuhan purba. Para ilmuwan memperkirakan Nagatitan mengonsumsi tumbuhan rendah, pakis purba, hingga tanaman mirip ekor kuda yang tumbuh di wilayah tersebut pada masa itu.

Keberadaan Nagatitan juga dianggap sangat penting karena ukurannya hampir dua kali lipat lebih besar dibanding spesies sauropoda lain yang sebelumnya pernah ditemukan di Thailand.

Fosil Pertama Ditemukan di Tepi Kolam Warga

Awal penemuan dinosaurus ini bermula pada 2016 ketika seorang warga bernama Thanom Luangnan melihat batu tidak biasa di tepi sebuah kolam di Provinsi Chaiyaphum, Thailand timur laut. Saat itu kondisi sedang musim kemarau sehingga permukaan air surut dan memperlihatkan bagian fosil.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Departemen Sumber Daya Mineral Thailand. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, para ilmuwan menemukan jika batu yang dimaksud ternyata merupakan bagian dari tulang dinosaurus berukuran sangat besar.

Salah satu fosil yang paling menarik perhatian ialah tulang humerus atau tulang kaki depan sepanjang 1,78 meter. Ukuran tulang itu bahkan lebih tinggi dibanding tubuh manusia dewasa.

“Kami tidak memiliki banyak spesimen dengan skala sebesar itu di Thailand,” kata penulis utama penelitian sekaligus ahli paleontologi Thitiwoot Sethapanichsakul, mahasiswa S-3 University College London.

Ia juga mengungkapkan kesan pertamanya saat melihat fosil tersebut. “Saat pertama kali saya melihat tulang humerus itu, ukurannya lebih tinggi dari saya, dan itu sangat mengejutkan,” lanjutnya.

Proses Ekskavasi Berlangsung Hampir Satu Dekade

Setelah penemuan awal pada 2016, proses penggalian dan penelitian dilakukan secara bertahap selama bertahun-tahun. Kerja lapangan berlangsung antara 2016 hingga 2019, sedangkan penggalian lanjutan dilakukan lagi pada 2024.

Ukuran fosil yang sangat besar serta kondisi lokasi membuat proses ekskavasi berlangsung cukup kompleks. Para peneliti harus melakukan penggalian secara hati-hati agar bagian tulang tidak rusak.

Tim peneliti terdiri dari ahli dari University College London, Departemen Sumber Daya Mineral Thailand, Mahasarakham University, dan Suranaree University of Technology.

Mereka melakukan pemindaian 3D terhadap berbagai bagian kerangka yang ditemukan, mulai dari tulang kaki, tulang belakang, tulang rusuk, hingga bagian panggul.

Penelitian tersebut membuat Nagatitan disebut sebagai salah satu spesimen sauropoda paling lengkap yang pernah ditemukan di Thailand. Sebelumnya, sebagian besar penemuan dinosaurus di negara tersebut hanya berupa fragmen tulang.

Hidup pada Masa Kapur Awal

Berdasarkan hasil penelitian, Nagatitan chaiyaphumensis diperkirakan hidup sekitar 120 juta hingga 100 juta tahun lalu pada periode Kapur Awal atau Early Cretaceous.

Pada masa itu, wilayah Thailand berada lebih dekat ke garis khatulistiwa dibanding posisi geografis saat ini. Kondisi tersebut membuat kawasan tersebut memiliki iklim yang jauh lebih panas.

Para ilmuwan memperkirakan lingkungan tempat hidup Nagatitan berupa wilayah semak belukar terbuka yang relatif kering, bukan hutan lebat seperti sebagian besar kawasan Asia Tenggara modern.

Kesimpulan itu diperoleh dari petunjuk geologi dan fosil tumbuhan yang ditemukan di lapisan batuan lokasi penemuan fosil.

Nagatitan diperkirakan hidup berdampingan dengan dinosaurus herbivora lain berukuran kecil hingga sedang. Dengan tubuh raksasanya, dinosaurus ini kemungkinan mampu menjangkau tumbuhan di area yang lebih luas.

Menurut Sethapanichsakul, Thailand termasuk salah satu negara dengan keragaman fosil dinosaurus tertinggi di Asia. Kondisi tersebut dipengaruhi keberadaan lapisan batuan sedimen tebal dari Era Mesozoikum yang berusia sekitar 252 juta hingga 66 juta tahun lalu.

Keadaan geologi tersebut membantu fosil tetap terjaga dalam waktu sangat lama. Selain itu, kondisi lingkungan di beberapa wilayah Thailand dinilai mendukung pelestarian tulang-belulang purba.

“Batuan-batuan ini jarang terpapar hujan lebat dan pertumbuhan vegetasi yang lebat, yang mana hal tersebut bisa mengikis atau menghancurkan tulang-belulang itu,” tambahnya.

Faktor tersebut membuat banyak fosil dinosaurus masih dapat ditemukan dalam kondisi cukup baik hingga sekarang.

Makna Nama Nagatitan Chaiyaphumensis

Nama Nagatitan chaiyaphumensis memiliki makna yang berkaitan erat dengan budaya dan lokasi penemuannya.

Kata “Naga” diambil dari makhluk mitologi berbentuk ular yang dikenal luas dalam tradisi Asia Selatan dan Asia Tenggara. Sosok naga juga sering digambarkan di kuil-kuil Thailand.

“Naga juga sering dikaitkan dengan air dan mengingat dinosaurus ini ditemukan di tepi kolam milik warga, rasanya sangat tepat menamainya dengan nama ular raksasa,” ujar Sethapanichsakul.

Sementara itu, kata “Titan” merujuk pada raksasa dalam mitologi Yunani yang menggambarkan ukuran tubuh dinosaurus tersebut. Adapun kata “chaiyaphumensis” diambil dari nama Provinsi Chaiyaphum, lokasi fosil ditemukan.

Penemuan Nagatitan chaiyaphumensis kini menjadi salah satu pencapaian penting dalam dunia paleontologi Thailand. Sebuah pusat penelitian bahkan telah dibangun di lokasi penemuan fosil.

Selain itu, rekonstruksi ukuran asli dinosaurus tersebut saat ini dipamerkan di Thainosaur Museum, Bangkok, Thailand. Model ukuran penuh itu menjadi salah satu atraksi paleontologi terbesar di negara tersebut.

Kehadiran rekonstruksi tersebut memberi gambaran nyata mengenai betapa besarnya dinosaurus yang pernah hidup di kawasan Asia Tenggara jutaan tahun lalu.

Rekonstruksi tersebut menjadi salah satu atraksi paleontologi terbesar di Thailand sekaligus memberi gambaran nyata mengenai ukuran dinosaurus raksasa yang pernah hidup di Asia Tenggara jutaan tahun lalu.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play