SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Google Luncurkan Googlebook, Laptop AI Berbasis Gemini Intelligence

Google Luncurkan Googlebook, Laptop AI Berbasis Gemini Intelligence

Ilustrasi Googlebook. (Dok Google/Istimewa)

Suara Kalbar – Google resmi memperkenalkan Googlebook, kategori laptop terbaru yang dirancang khusus untuk era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berbasis Gemini Intelligence.

Kehadiran Googlebook menjadi langkah baru Google dalam menghadirkan pengalaman komputasi modern yang lebih personal, proaktif, dan terintegrasi penuh dengan teknologi AI.

Perangkat ini disebut bukan sekadar laptop biasa, melainkan generasi baru komputer yang dibangun dengan konsep intelligence system.

Senior Director of Laptops and Tablets Google Alex Kuscher menjelaskan perkembangan dunia komputasi kini mulai bergeser dari sekadar operating system menuju intelligence system.

Oleh karena itu, Google menilai pengalaman menggunakan laptop juga perlu dirancang ulang agar AI menjadi pusat utama interaksi pengguna. Menurut Kuscher, lebih dari 15 tahun lalu Google memperkenalkan Chromebook sebagai laptop cloud-first yang dirancang untuk kebutuhan komputasi berbasis internet.

Kini, Google menggabungkan kekuatan Android dengan sistem modern ChromeOS dan teknologi Gemini AI untuk menghadirkan Googlebook.

Googlebook Dirancang Khusus untuk Gemini Intelligence

Googlebook disebut sebagai laptop pertama Google yang sepenuhnya dibangun untuk Gemini Intelligence. Fokus utama perangkat ini tidak hanya berada pada performa hardware, tetapi juga kemampuan AI yang lebih kontekstual dan menyatu dengan aktivitas harian pengguna.

Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah magic pointer. Teknologi ini memungkinkan Gemini memahami konteks hanya dari gerakan kursor pengguna di layar laptop.

Sebagai contoh, ketika kursor diarahkan ke tanggal dalam email, Gemini dapat langsung memberikan berbagai saran otomatis, mulai dari membuat jadwal rapat, mencari lokasi pertemuan, hingga menyusun draft balasan email tanpa harus membuka aplikasi tambahan.

Google juga menghadirkan kemampuan AI multimodal yang memungkinkan Gemini memahami dua gambar sekaligus. Pengguna dapat menggabungkan foto ruang tamu dengan gambar sofa baru, lalu AI akan langsung memvisualisasikan hasil akhir penataan ruangan secara otomatis.

Selain itu, Googlebook dibekali fitur create your widget yang memungkinkan pengguna membuat widget khusus hanya melalui perintah teks. Gemini nantinya akan mengambil data dari internet maupun layanan Google, seperti Gmail dan Calendar untuk menampilkan informasi sesuai kebutuhan pengguna.

Integrasi Android Jadi Nilai Lebih Googlebook

Keunggulan lain Googlebook terletak pada integrasi mendalam dengan ekosistem Android. Pengguna dapat menjalankan aplikasi smartphone Android langsung di laptop tanpa harus berpindah perangkat.

Google juga menghadirkan fitur quick access yang memungkinkan file di smartphone otomatis muncul di file browser Googlebook tanpa perlu transfer manual.

Dalam demonstrasinya, Google mencontohkan pengguna tetap bisa bekerja di laptop sambil menjalankan aplikasi pesan makanan, membuka aplikasi Android, hingga memantau baby monitor dari smartphone secara bersamaan.

Pendekatan tersebut membuat pengalaman AI di Googlebook terasa lebih praktis, responsif, dan menyatu dengan aktivitas sehari-hari pengguna.

Perbedaan Googlebook dan Chromebook

Meski sama-sama dikembangkan Google, Googlebook dan Chromebook memiliki konsep yang cukup berbeda. Chromebook selama ini dikenal sebagai laptop berbasis ChromeOS dengan pendekatan cloud-first dan web-centric.

Perangkat tersebut populer di kalangan pelajar dan pengguna kasual karena ringan, hemat daya, dan memiliki harga lebih terjangkau. Sementara itu, Googlebook hadir sebagai kategori laptop premium yang menjadikan Gemini AI sebagai inti pengalaman pengguna.

Berikut ini sejumlah perbedaan utama Googlebook dan Chromebook:

1. Fokus utama sistem

Chromebook berfokus pada penggunaan aplikasi web dan komputasi berbasis cloud. Googlebook justru dirancang dengan pendekatan AI-first, di mana Gemini Intelligence menjadi pusat interaksi pengguna.

2. Integrasi AI

Chromebook memiliki fitur AI yang masih terbatas pada layanan tertentu. Sebaliknya, Googlebook menghadirkan AI native multimodal yang mampu memahami konteks layar, gambar, teks, hingga aktivitas pengguna secara langsung.

3. Interaksi pengguna

Chromebook masih menggunakan sistem interaksi kursor konvensional. Googlebook menghadirkan Magic Pointer yang memungkinkan AI memahami konteks dari gerakan pointer pengguna.

4. Dukungan aplikasi Android

Chromebook memang sudah mendukung beberapa aplikasi Android, tetapi integrasinya belum sepenuhnya menyatu. Googlebook menawarkan integrasi Android yang jauh lebih dalam, termasuk sinkronisasi aplikasi, file, dan aktivitas smartphone secara real-time.

5. Segmentasi pasar

Chromebook lebih banyak menyasar pasar pendidikan dan pengguna umum dengan harga ekonomis. Googlebook diposisikan sebagai laptop AI premium yang disiapkan untuk bersaing dengan MacBook dan laptop AI berbasis Windows.

6. Desain dan material

Chromebook identik dengan desain sederhana dan ringan. Googlebook hadir dengan material premium serta Glowbar, garis cahaya khas yang menjadi identitas desain perangkat tersebut.

Harga Googlebook 2026

Google dikabarkan menyiapkan Googlebook sebagai laptop AI premium dengan harga mulai dari US$ 899 atau sekitar Rp 14,7 juta untuk varian dasar. Sementara model kelas atas dengan spesifikasi lebih tinggi diperkirakan dibanderol hingga US$ 1.499 atau sekitar Rp 24,5 juta.

Harga tersebut membuat Googlebook berada di segmen yang mirip dengan MacBook Air, laptop AI Windows premium, dan perangkat produktivitas kelas atas lainnya.

Google menegaskan Googlebook bukan pengganti Chromebook, melainkan kategori baru bagi pengguna yang menginginkan pengalaman laptop AI premium dengan integrasi Gemini Intelligence.

Untuk pengembangan perangkat kerasnya, Google bekerja sama dengan sejumlah produsen besar, seperti Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo. Seluruh perangkat Googlebook nantinya akan hadir dengan desain premium dan teknologi AI yang dirancang menyatu langsung dengan sistem perangkat.

Googlebook dijadwalkan mulai tersedia pada musim gugur 2026 atau sekitar akhir tahun ini. Dengan kombinasi Gemini Intelligence, integrasi Android yang mendalam, serta fitur AI kontekstual seperti magic pointer, Googlebook dinilai menjadi salah satu gebrakan terbesar Google di pasar laptop dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play