SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle 7 Tanda Pertemanan Toxic yang Perlu Dikenali Sejak Dini

7 Tanda Pertemanan Toxic yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Penting untuk mengenali tanda-tanda berada di dalam hubungan pertemanan yang tak sehat. (Freepik.com/Freepik)

Suara Kalbar – Pertemanan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia sebagai mahluk sosial. Hubungan sosial yang sehat tidak hanya memberikan dukungan emosional, tetapi juga membantu mengurangi rasa kesepian, meningkatkan kebahagiaan, hingga berkontribusi pada kesehatan fisik dan umur panjang.

Sebaliknya, pertemanan toxic dapat memberikan dampak negatif. Hubungan seperti ini cenderung menguras energi mental, menurunkan kepercayaan diri, serta berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.

Dalam banyak kasus, pertemanan tidak sehat terjadi secara konsisten dan membuat seseorang merasa tertekan, tidak dihargai, hingga kehilangan rasa percaya diri. Dihimpun dari berbagai sumber, Sabtu (9/5/2026), berikut paparan tujuh tanda ada di pertemanan toxic.

1. Sering Merendahkan dan Memberi Kritik Negatif

Salah satu tanda utama pertemanan toxic adalah kebiasaan merendahkan. Dalam hubungan sehat, kritik disampaikan secara membangun. Namun dalam hubungan tidak sehat, komentar negatif sering muncul berulang, baik secara langsung maupun melalui sindiran.

Perilaku ini dapat menyasar penampilan, pilihan hidup, hingga pencapaian pribadi. Jika dibiarkan, hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang.

2. Tidak Bisa Dipercaya dan Melanggar Privasi

Kepercayaan menjadi fondasi utama dalam pertemanan. Dalam hubungan toxic, kepercayaan ini sering dilanggar, misalnya dengan menyebarkan rahasia atau membicarakan hal pribadi tanpa izin.

Kebiasaan ini menunjukkan kurangnya empati dan dapat merusak hubungan secara perlahan.

3. Hubungan Tidak Seimbang

Pertemanan yang sehat bersifat dua arah. Namun dalam hubungan toxic, sering terjadi ketimpangan, di mana satu pihak lebih dominan dan jarang memberi ruang bagi orang lain untuk berbagi. Akibatnya, dukungan emosional tidak berjalan seimbang.

4. Manipulatif

Ciri lain pertemanan toxic adalah perilaku manipulatif, seperti membuat orang lain merasa bersalah (guilt-tripping), menyangkal perasaan (gaslighting), atau meminta maaf tanpa ketulusan. Hal ini dapat membuat seseorang bingung dan meragukan dirinya sendiri.

5. Sering Membandingkan dan Menciptakan Persaingan Tak Sehat

Dalam hubungan tidak sehat, seseorang kerap dibandingkan dengan orang lain, baik dari segi pencapaian maupun gaya hidup. Hal ini dapat memicu rasa iri dan kompetisi yang tidak sehat.

6. Minim Dukungan dan Empati

Pertemanan seharusnya menjadi ruang aman untuk saling mendukung. Namun dalam hubungan toxic, empati sering tidak hadir, dan masalah justru diremehkan atau diabaikan.

7. Menimbulkan Stres dan Rasa Tidak Nyaman

Dampak paling nyata dari pertemanan toxic adalah gangguan emosional. Seseorang bisa merasa lelah, cemas, dan tidak nyaman setelah berinteraksi. Jika terus berlangsung, kondisi ini dapat memicu stres berkepanjangan hingga kelelahan mental.

Pertemanan memiliki peran penting dalam kesehatan mental dan kualitas hidup. Karena itu, mengenali tanda-tanda pertemanan toxic sejak dini menjadi langkah penting.

Hubungan yang sehat seharusnya memberi dukungan, rasa aman, dan ruang untuk berkembang. Jika sebuah pertemanan justru menimbulkan tekanan dan mengganggu kesejahteraan emosional, maka melakukan evaluasi dan menetapkan batasan adalah langkah yang bijak untuk menjaga kesehatan mental jangka panjang.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play