SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Elon Musk Disebut Kantongi Rp2.528 Triliun dari Tesla, Benarkah?

Elon Musk Disebut Kantongi Rp2.528 Triliun dari Tesla, Benarkah?

Elon Musk berpotensi raih kompensasi Rp 2.528 triliun dari Tesla jika berhasil capai target ambisius, termasuk penjualan 20 juta mobil dan operasional Robotaxi. (Google)

Suara Kalbar – Isu mengenai gaji petinggi di industri otomotif biasanya sering menjadi sorotan karena angkanya yang fantastis, namun Tesla punya hitung-hitungannya sendiri. Sang CEO, Elon Musk, diketahui tidak mengambil gaji pokok tradisional sepeser pun dari perusahaan. Meski begitu, laporan terbaru Tesla mengungkapkan bahwa nilai kompensasi Musk untuk tahun 2025 mencapai angka luar biasa, yakni 158 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.528 triliun.

Angka tersebut sangatlah masif jika dibandingkan dengan nilai perusahaan otomotif lainnya. Sebagai gambaran, nilai kompensasi Musk tersebut setara dengan 3,3 kali lipat total nilai pasar perusahaan Ford (market cap) yang berada di angka 47,65 miliar dolar AS per Mei 2026. Hal ini menunjukkan betapa dominannya valuasi personal Musk dalam ekosistem finansial Tesla.

Jika dibandingkan dengan bos otomotif lainnya, kesenjangan gajinya terlihat bak bumi dan langit. Nilai kompensasi Musk tersebut 392 kali lebih besar dari gaji CEO Rivian, RJ Scaringe, yang mendapatkan 403 juta dolar AS.

ADVERTISEMENT

“Bahkan, jika dibandingkan dengan bos besar Ford, Jim Farley, yang mengantongi 27,5 juta dolar AS, angka milik Musk tercatat 5.745 kali lipat lebih banyak,” tulis Carscoops, Selasa (5/5/2026).

Namun, perlu dicatat bahwa uang tersebut tidak langsung masuk ke rekening bank Musk dalam bentuk tunai. Tesla mengungkapkan nilai ini dalam laporan keuangan resmi kepada otoritas bursa Amerika Serikat (SEC) sebagai perkiraan nilai saham yang bisa didapatkan Musk. Angka 158 miliar dolar AS ini adalah “potensi pendapatan” jika Musk berhasil mencapai target-target ambisius dalam kontrak kerja berdurasi sepuluh tahun.

Danni Hewson, kepala analisis keuangan dari AJ Bell, menjelaskan bahwa Musk sebenarnya belum mengantongi uang tersebut. Menurutnya, Musk masih harus memenuhi serangkaian target besar yang telah ditetapkan. Faktanya, sepanjang tahun 2025 kemarin, belum ada satu pun target dari kesepakatan gaji senilai 1 triliun dolar AS tersebut yang berhasil dicapai secara penuh oleh Musk.

Target yang harus dipenuhi Musk dalam satu dekade ke depan memang terdengar seperti misi mustahil, meski beberapa poin terlihat cukup realistis. Salah satunya adalah Tesla harus mencapai total pengiriman 20 juta kendaraan sepanjang sejarahnya. Untuk mencapai itu, Tesla perlu menjual sekitar 12,8 juta unit mobil lagi dalam sepuluh tahun ke depan, atau rata-rata 1,2 juta unit per tahun.

Selain soal penjualan mobil, Musk juga dibebani target teknologi tingkat tinggi. Ia harus memastikan ada 10 juta pelanggan aktif sistem Full-Self Driving (FSD), mengirimkan 1 juta robot humanoid Optimus ke konsumen, serta mengoperasikan 1 juta armada Robotaxi secara komersial. Jika salah satu target ini tercapai, Musk akan dihadiahi lebih dari 35 juta lembar saham Tesla sebagai imbalannya.

Dewan direksi dan pemegang saham Tesla menyetujui paket gaji gila-gilaan ini bukan tanpa alasan. Mereka ingin memastikan Elon Musk tetap fokus sepenuhnya pada pertumbuhan Tesla dan tidak terdistraksi oleh proyek-proyek sampingannya yang sangat banyak, seperti SpaceX atau X (Twitter). Dengan iming-iming bonus raksasa, investor berharap Musk bisa membawa Tesla menjadi perusahaan paling berharga di dunia.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play