City Gagal Menang, Arsenal Ambil Alih Momentum Juara
Suara Kalbar – Manchester City harus puas bermain imbang 3-3 saat bertandang ke markas Everton, hasil yang membuat momentum perebutan gelar Liga Inggris beralih ke Arsenal. Pada laga lain, Chelsea menderita kekalahan keenam secara beruntun.
Gol penyeimbang dramatis dari Jérémy Doku pada masa tambahan waktu menyelamatkan satu poin bagi City. Namun, hasil tersebut mengakhiri tren tiga kemenangan beruntun mereka dan membuat jarak dengan Arsenal menjadi lima poin.
City sebenarnya masih memiliki satu laga lebih banyak, tetapi kegagalan meraih kemenangan di Stadion Hill Dickinson membuat peluang gelar kini sepenuhnya berada di tangan Arsenal yang masih menyisakan tiga pertandingan.
“Ini menyakitkan sekarang. Masih banyak pertandingan tersisa, semuanya bisa terjadi. Kami kehilangan dua poin hari ini, tetapi kami akan terus berjuang,” ujar Doku.
“Kami tahu bahwa satu poin pun masih bisa sangat penting pada akhirnya,” tambahnya.
Sejak awal pertandingan, City tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-42 ketika Doku menemukan ruang di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihentikan Jordan Pickford.
Namun, situasi berubah drastis pada babak kedua. Everton tampil lebih agresif dan berhasil mencetak tiga gol hanya dalam rentang 13 menit.
Kesalahan umpan pendek dari Marc Guéhi dimanfaatkan oleh pemain pengganti Thierno Barry yang dengan tenang menaklukkan Gianluigi Donnarumma. Tak lama berselang, Jake O’Brien menambah keunggulan lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok James Garner.
Barry kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-81 setelah memanfaatkan bola muntah, membawa Everton unggul 3-1.
Ketika banyak pendukung City mulai meninggalkan stadion, harapan kembali muncul lewat aksi Erling Haaland. Penyerang asal Norwegia itu memperkecil ketertinggalan dengan gol ke-25 musim ini.
City terus menekan pada sisa waktu pertandingan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ketujuh masa tambahan waktu ketika Doku mencetak gol keduanya lewat tembakan melengkung ke sudut gawang.

Hasil ini menjadi pukulan bagi Everton yang berambisi menembus kompetisi Eropa. Kemenangan sebenarnya bisa membawa mereka mendekati peringkat ketujuh, tetapi kini mereka tertahan di posisi ke-10 dengan poin yang sama seperti Fulham dan Chelsea.
“Kami mengecewakan diri sendiri, kami bertahan dengan sangat buruk pada gol kedua dan itu adalah alasan utama (hasil imbang),” kata pelatih Everton, David Moyes.
“Namun, pada babak pertama kami akan menerima hasil ini karena kami benar-benar kalah telak. Mendapatkan satu poin melawan Manchester City bukanlah hasil yang buruk, tetapi ketika Anda unggul 3-1, Anda berpikir Anda memiliki peluang besar untuk menang,” tambahnya.
Sementara itu, dalam laga lainnya, Chelsea kembali terpuruk setelah kalah 1-3 dari Nottingham Forest di Stamford Bridge.
Taiwo Awoniyi mencetak dua gol, sementara Igor Jesus menambah satu gol melalui titik penalti untuk membawa Forest menjauh dari zona degradasi dengan keunggulan enam poin.
Chelsea hanya mampu membalas lewat gol Joao Pedro pada masa tambahan waktu, yang sekaligus mengakhiri puasa gol mereka di liga selama hampir dua bulan.
Dalam laga tersebut, pemain muda Chelsea Jesse Derry juga mengalami benturan kepala serius setelah berduel dengan Zach Abbott. Keduanya harus ditarik keluar, dengan Derry dibawa menggunakan tandu setelah mendapatkan perawatan cukup lama di lapangan.
Kekalahan ini menjadi yang keenam secara beruntun bagi Chelsea di liga, membuat mereka terpuruk di posisi kesembilan dan semakin menjauh dari peluang finis di lima besar.
Meski posisi keenam masih berpeluang membawa tiket ke Liga Champions dalam skenario tertentu, peluang itu kian menipis karena Chelsea kini tertinggal empat poin dari Bournemouth.
Pada sisi lain, Nottingham Forest tampil impresif meski menurunkan beberapa pemain pelapis. Morgan Gibbs-White yang masuk sebagai pemain pengganti turut berkontribusi dengan memberikan assist, sebelum kemudian harus meninggalkan lapangan akibat benturan dengan kiper Robert Sanchez.
Secara keseluruhan, hasil-hasil ini membuat persaingan di papan atas dan bawah Liga Premier Inggris makin ketat menjelang akhir musim.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





