IDI dan IBI Mempawah Gelar Seminar Ilmiah Kesehatan, Bahas Nutrisi Prakonsepsi hingga Asfiksia Neonatus
Mempawah (Suara Kalbar) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Mempawah berkolaborasi menggelar Seminar Ilmiah Kesehatan di Gedung C Aula Pertemuan Lantai 3 RSUD dr. Rubini Mempawah, Selasa (14/4/2026).
Seminar ini mengusung tema “Kebutuhan Nutrisi Pada Masa Pra Konsepsi dan Resusitasi Pada Asfiksia Neonatus” yang bertujuan untuk meningkatkan serta meng-update pengetahuan tenaga kesehatan.
Ketua Panitia Seminar, dr. Khairunnisa, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman lintas profesi dalam penatalaksanaan nutrisi ibu dan penanganan asfiksia pada bayi baru lahir.
“Hal ini bertujuan meningkatkan kesehatan reproduksi, mencegah stunting dan anemia, serta menurunkan risiko komplikasi kehamilan dan cacat lahir,” ucap dr. Khairunnisa.
Ia menambahkan, seminar diikuti sebanyak 150 peserta yang terdiri dari anggota IDI dan IBI, serta perwakilan organisasi kesehatan di Kabupaten Mempawah.
“Kami juga berharap dari pelaksanaan seminar yang merupakan kolaborasi lintas profesi ini dapat terwujud generasi yang lebih sehat,” imbuhnya.
Kegiatan dilanjutkan sambutan Ketua IDI Cabang Mempawah dr. Prayuna Putra, Sp.OG, serta Ketua IBI Cabang Kabupaten Mempawah Bdn. Sri Wahyuni, S.Tr.Keb., SKM.
Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Mempawah, dr. David V.P. Sianipar, M.Kes.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut karena dinilai sangat relevan dengan kondisi kesehatan ibu dan anak di Mempawah.
“Upaya ini sejalan dengan komitmen menurunkan angka stunting serta menekan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi di Kabupaten Mempawah,” ujarnya.
David Sianipar memaparkan, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Mempawah, pada tahun 2025 tercatat Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 142 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 8,9 per 1.000 kelahiran hidup.
Selain itu, ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) mencapai 7,13 persen dan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebesar 23,7 persen.
Persiapan nutrisi prakonsepsi sendiri merupakan upaya pemenuhan gizi seimbang, baik zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, maupun zat gizi mikro seperti asam folat, zat besi, yodium, dan kalsium, bagi calon orang tua sebelum kehamilan.
“Hal ini bertujuan meningkatkan kesehatan reproduksi, mencegah stunting dan anemia, serta menurunkan risiko komplikasi kehamilan dan cacat lahir,” ucap dr. David Sianipar.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan sangat diperlukan agar mampu memberikan layanan yang komprehensif dan berdampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan bayi.

Seminar menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya dr. Muhammad Wahyu Utomo, M.Ked (OG), Sp.OG, Subsp.K.F.M., yang juga Ketua IDI Wilayah Kalimantan Barat, dengan materi mengenai kebutuhan nutrisi pada masa prakonsepsi.
Selain itu, dr. Alfa Zudia Meitadevi, MMR., M.Med.Sc, Sp.A, dokter spesialis anak di RSUD dr. Rubini Mempawah, menyampaikan materi terkait resusitasi pada asfiksia neonatus.
Kegiatan dipandu oleh moderator dr. Ariski Pratama Johan, dokter umum yang bertugas di Puskesmas Sungai Pinyuh, serta berlangsung interaktif dan meriah dengan pembawa acara Kamil Onte.
Seminar turut didukung Bank BSI, Nutrindo, K@tamb, DIPA Healthcare, Royal Medica, KALBE Nutritionals, Dexamedica, Intebat, Prodia, PT Yarindo Farmatama, dan Kopi Sepadan.
Melalui seminar ini, diharapkan materi yang disampaikan dapat diaplikasikan secara optimal oleh para peserta, sehingga mampu menjawab berbagai permasalahan kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Mempawah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Penulis: Distra
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





