Tradisi Ngancor Aek, Warisan Budaya Melayu di Ngabang yang Pererat Silaturahmi Usai Lebaran
Landak (Suara Kalbar) – Masyarakat Melayu di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar) memiliki tradisi khas yang terus dijaga hingga kini, yakni Ngancor Aek. Tradisi ini dilaksanakan sekitar satu minggu setelah perayaan Idul Fitri dan menjadi momen penting dalam mempererat hubungan sosial antarwarga.
Ngancor Aek bukan sekadar kegiatan berkumpul, tetapi juga sarat makna. Dalam tradisi ini, masyarakat saling bersilaturahmi dari rumah ke rumah, saling bermaaf-maafan atau yang dikenal dengan istilah “minta halal dihalalkan”. Selain itu, doa bersama juga dipanjatkan untuk arwah orang tua serta sanak saudara yang telah meninggal dunia.
Pelaksanaan Ngancor Aek biasanya diwarnai dengan kegiatan makan bersama. Warga menyajikan berbagai hidangan khas di rumah masing-masing dan menyambut tetangga maupun kerabat yang datang berkunjung. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan pun terasa kental dalam setiap pelaksanaannya.
Tradisi ini menjadi bukti kuatnya nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Melayu, khususnya di wilayah Ngabang. Selain menjaga hubungan kekeluargaan, Ngancor Aek juga menjadi sarana memperkuat kerukunan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Hingga kini, tradisi Ngancor Aek terus dilestarikan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas budaya Melayu di Kabupaten Landak, sekaligus memperkaya khazanah budaya di Kalimantan Barat.
Sumber: Berbagai sumber
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






