SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Jangan Langsung Cuci, Ini Cara Benar Rawat Baju Olahraga

Jangan Langsung Cuci, Ini Cara Benar Rawat Baju Olahraga

Ilustrasi mesin cuci. (Freepik/Raw Pixel)

Suara Kalbar – Memasukkan pakaian olahraga yang basah kuyup karena keringat langsung ke mesin cuci, atau menggunakan terlalu banyak deterjen, adalah kesalahan fatal yang membuat pakaian Anda tetap berbau tidak sedap. Ternyata, kebiasaan yang dianggap bersih ini justru menjadi sarang bakteri.

Menurut majalah konsumen Inggris, Which, kesalahan paling umum yang dilakukan orang adalah tidak membiarkan pakaian olahraga mereka “bernapas” sebelum dicuci.

Rebecca Jakeman, seorang ahli di Which, mencatat bahwa menumpuk pakaian basah di keranjang atau drum mesin cuci mencegah keringat menguap. Akibatnya, bakteri dan bau menumpuk menjadi campuran yang sulit dibersihkan.

“Akibatnya, meskipun pakaian terlihat bersih setelah dicuci, pakaian tersebut akan segera mulai berbau ketika tubuh Anda memanas selama berolahraga,” tuturnya.

Pakaian olahraga dirancang sangat menyerap, sehingga minyak tubuh dan bakteri menembus kain lebih mudah dibanding pakaian biasa. Berikut adalah panduan menjaga agar pakaian olahraga tetap harum dan elastisitasnya terjaga:

1. Jangan Langsung Masuk Mesin Cuci

Jangan biarkan pakaian olahraga basah kuyup oleh keringat menumpuk di mesin cuci. Sebaiknya pakaian diangin-anginkan terlebih dahulu agar keringat menguap sebelum proses pencucian dimulai. Ini adalah langkah krusial untuk mencegah timbulnya bau apek yang membandel.

2. Balikkan Pakaian ebelum Dicuci

Balikkan bagian dalam ke luar (inside out). Metode ini memungkinkan air dan deterjen langsung menggosok area yang bersentuhan dengan kulit, tempat keringat, bakteri, dan sisa deodoran paling banyak menumpuk. Ini akan memaksimalkan efisiensi pembersihan pada serat kain terdalam.

3. Pisahkan dari Bahan Kasar

Pakaian olahraga sangat sensitif terhadap gesekan. Merek olahraga dunia seperti Nike menyarankan untuk memisahkan pakaian olahraga dari celana jeans atau pakaian dengan ritsleting kaku. Jangan sekali-kali mencucinya bersama handuk atau seprai karena teksturnya yang kasar dapat merusak serat sintetis.

4. Kurangi Deterjen dan Hindari Pelembut

Banyak orang mengira lebih banyak sabun berarti lebih bersih, tetapi ini salah besar.

Kurangi Deterjen: Gunakan hanya setengah dari takaran biasa. Residu sabun yang berlebih justru memerangkap bakteri di dalam serat kain.

Lupakan Pelembut Kain: Pelembut pakaian menciptakan lapisan tipis yang menyumbat pori-pori kain, memerangkap minyak dan bakteri di dalamnya.

Tip Ahli: Untuk bau yang sangat menyengat, rendam pakaian dalam campuran air dingin dan cuka putih selama 30 menit sebelum dicuci.

5. Gunakan Air Dingin dan Jemur Alami

Pilihan terbaik untuk bahan sintetis atau elastane adalah menggunakan air dingin dengan suhu ideal 20-30 derajat celsius.

Hindari penggunaan air panas atau mesin pengering (dryer). Suhu tinggi dapat “mendidih” dan merusak serat elastisitas, menyebabkan pakaian melar dan kehilangan bentuk aslinya. Cukup jemur pakaian di tempat yang memiliki ventilasi udara yang baik tetapi terhindar dari sinar matahari langsung yang terlalu terik.

Sumber: beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan