Pasokan BBM Aman, Wako Singkawang Minta Warga Jangan Panik
Singkawang (Suara Kalbar) – Wali Kota Singkawang Tjhai Cui Mie langsung menindaklanjuti antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Singkawang dengan melakukan rapat koordinasi bersama Pertamina beserta Forkopimda Kota Singkawang di Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (16/3/2026).
Hasil rapat koordinasi diketahui bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Singkawang cukup dan bahkan ada penambahan dari pihak pertamina baik pertalite maupun pertamax.
“Kita sampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang bahwa persediaan BBM aman, meskipun fenomena antrean saat ini memang panjang sekali di SPBU,” ujar Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat konferensi pers di Ruangan Traffic Control Management (TCM) Kantor Wali Kota Singkawang.
Dia menjelaskan dengan diketahui bahwa tidak ada kendala pasokan bahan bakar dari Pertamina, maka pihaknya bersama instansi terkait akan mengambil langkah-langkah kedepannya terkait panjangnya antrean di SPBU.
“Jadi kita butuh kerjasama semua pihak baik masyarakat Kota Singkawang serta masyarakat tetangga kita,” tegasnya.
Tjhai Chui Mie juga mengajak semua pihak untuk menjaga keamanan serta kenyamanan di Kota Singkawangan terutama menjelang Idul Fitri.
Oleh sebab itu, kata Tjhai Chui Mie, membeli sebaiknya sesuai kebutuhan. “Jangan panik, kalau tidak membutuhkan maka kita tidak antre kecuali yang membutuhkan, apakah benar ada tangki yang dimodif, tentu ada pemeriksaan khusus bagi motor dan mobil yang dimodifikasi,” tegasnya.
Orang nomor satu di Kota Singkawang ini mengimbau masyarakat agar tidak panik karena Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Singkawang ada penambahan untuk Pertalite sebanyak 8 persen dan Pertamax sebesar 39 persen.
”Jumlah penduduk Kota Singkawang sekitar 250 ribu jadi harusnya lebih dari cukup,” paparnya.
Di tempat yang sama, Irsan Firdaus Gasani, Sales Branch Manager (SBM) Kalbar 1 Fuel PT Pertamina Patra Niaga mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penambahan Pertalite sebanyak 8 persen dan Pertamax sebanyak 39 persen.
“Kami sudah mengoperasikan empat SPBU selama 24 jam, dan kami sudah melakukan pengiriman dari depot Siantan Pontianak mulai start setengah satu pagi, slot dari Pertamina aman, masyarakat Kota singkawang tidak usah panik,” paparnya.
Irsan memaparkan bahwa Pertalite di Kota Singkawang biasanya 173 ribu liter dan saat ini ditambah menjadi 188 ribu liter dengan penambahan 8 persen. Sedangkan pertamax yang biasanya konsumsi perhari 20 ribu liter ada penambahan 28 ribu liter.
“Apakah sudah cukup atau tidak, kami hanya sebagai operator semuanya dari BPGH Migas,” jelasnya.
Disinggung terkait pembelian bahan bakar minyak menggunakan jiriken, Irsan menegaskan harus ada surat rekomendasi dari instansi terkait seperti instansi pertanian atau nelayan.
“Jadi masing-masing SPBU mereka sudah tahu dan mereka sudah tahu jadi sebelum ke pihak Pertamina melalui online,” jelasnya.
Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan mengatakan pembatasan bahan bakar minyak sudah berkoordinasi dengan beberapa pengelola SPBU.
“Pembatasan ini dilakukan untuk menangani antrean yang panjang sehingga sesuai dengan kebutuhan dan bukan untuk penimbunan,” tegasnya.
Kapolres menegaskan bahwa ketika antrean tak habis-habisnya, maka akan menjadi pertanyaaan dan jika ada indikasi penyimpanan maka pihaknya akan memerintahkan penegakan hukum.
“Sesuai dengan arahan pak Kapolda, jika ada penimbunan maka wajib dilakukan penindakan seperti penyimpangan dengan melakukan modifikasi tangki,”jelasnya.
Penulis : Hendra/r
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






