SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Apple Teliti Casing iPhone dengan Antena Satelit Raksasa

Apple Teliti Casing iPhone dengan Antena Satelit Raksasa

Apple tengah meneliti casing khusus sebagai antena tambahan untuk memperkuat koneksi internet satelit iPhone dan mengatasi keterbatasan fisik antena internal. (Google)

Suara Kalbar – Kemampuan satelit pada iPhone memang terus berkembang, namun hukum fisika tidak bisa dikompromi. Hingga saat ini, masih ada batasan ketat mengenai seberapa banyak dan seberapa cepat data bisa dikirim melalui internet satelit, kecuali jika Apple memproduksi aksesori khusus. Kabar terbaru menyebutkan Apple sedang meneliti sebuah casing ponsel yang berfungsi ganda sebagai antena raksasa untuk memperkuat koneksi ruang angkasa tersebut.

Sejak Apple meluncurkan fitur Emergency SOS via Satelit pada iPhone 14 tahun 2022, teknologi ini telah menyelamatkan banyak nyawa. Apple terus menyempurnakan fitur ini, namun tantangan utamanya tetap sama: membangun kontak dengan satelit. Pengguna harus mengarahkan iPhone mereka ke posisi satelit yang terus bergerak di orbit Bumi, sebuah proses yang sering kali terganggu oleh keberadaan bangunan, pepohonan, maupun kondisi medan.

Masalah utamanya terletak pada ukuran antena internal iPhone yang memiliki luas permukaan sangat kecil dan daya yang terbatas. Akibatnya, hanya sedikit data yang bisa dikirim secara andal sebelum satelit bergerak menjauh dari jangkauan.

“Hal ini membuat pengiriman pesan menjadi lambat dan penggunaan internet secara penuh hampir mustahil dilakukan hanya dengan perangkat standar,” tulis Apple Insider, Jumat (20/2/2026).

Melalui aplikasi paten terbaru yang diajukan sejak 2024, Apple mengungkap solusi potensial bernama “Electronic Device and Case with Satellite Communication Capabilities“. Dokumen ini merinci cara penggunaan casing sebagai antena tambahan bagi iPhone. Secara spesifik, casing ini akan menggunakan teknologi phased array antenna yang memiliki banyak pemancar dan penerima sekaligus.

Sederhananya, dengan teknologi phased array, iPhone tidak perlu bersusah payah mencari satu satelit secara spesifik. Perangkat tersebut dapat terhubung ke seluruh gugus satelit sekaligus dan secara otomatis berpindah-pindah mengikuti pergerakan konstelasi satelit di langit. Casing ini dirancang bisa dilepas-pasang seperti penutup ponsel biasa, namun dibekali sirkuit canggih untuk mengarahkan sinyal langsung ke angkasa.

Apple menjelaskan bahwa koneksi antara iPhone dan casing ajaib ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari konektor fisik frekuensi radio hingga teknologi nirkabel seperti NFC. Selain memperkuat sinyal, desain ini juga memecahkan masalah umum lainnya: blokir sinyal oleh tangan manusia. Saat pengguna memegang ponsel, tangan mereka sering kali menutupi antena internal, namun dengan antena di casing yang terbuka, hambatan tersebut bisa dihilangkan.

Penambahan antena ekspor ini membuka peluang besar bagi ambisi jangka panjang Apple untuk menawarkan layanan internet penuh melalui satelit. Dengan kemampuan mengirim lebih banyak data, pengguna nantinya mungkin tidak hanya bisa mengirim pesan darurat, tetapi juga melakukan aktivitas internet lainnya di daerah terpencil yang tidak terjangkau sinyal seluler biasa.

Namun, solusi berupa casing ini memunculkan tantangan baru terkait pengalaman pengguna. Saat ini, fitur satelit bekerja secara otomatis untuk setiap pengguna iPhone saat sinyal seluler hilang. Jika teknologi ini dipindahkan ke casing, pengguna harus memprediksi kapan mereka akan membutuhkannya dan harus membeli aksesori tersebut secara terpisah, yang mungkin tidak dilakukan oleh semua orang.

Idealnya, semua kecanggihan ini harus tertanam di dalam bodi iPhone tanpa bantuan alat tambahan. Namun, selama keterbatasan fisik antena internal belum terpecahkan, kehadiran casing penguat sinyal ini menjadi solusi paling masuk akal. Hingga produk ini benar-benar dirilis, para pendaki dan petualang tetap disarankan untuk memahami cara kerja SOS satelit standar sebelum memulai perjalanan mereka.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan