Strategis Tingkatkan Gizi, Kalbar Gencarkan Pembenihan Padi Biofortifikasi
Kubu Raya (Suara Kalbar) -Di Kalimantan Barat, pengembangan padi biofortifikasi mulai digencarkan sebagai upaya mendukung program pemenuhan kebutuhan makan bergizi gratis dan menekan angka stunting.
Kepala UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Suyatno mengatakan Program pembenihan padi biofortifikasi dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Pasalnya, beras merupakan makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia, sehingga peningkatan kandungan gizi pada komoditas ini diharapkan berdampak luas bagi kesehatan masyarakat.
“Biofortifikasi sendiri merupakan inovasi pertanian melalui pengayaan kandungan zat gizi mikro pada tanaman, seperti zat besi, sehingga beras yang dihasilkan memiliki nilai gizi lebih tinggi dibandingkan beras biasa,” kata Suyatno Sabtu (21/02/2026) siang.
Suyatno menuturkan upaya peningkatan kualitas gizi melalui sektor pertanian ini salah satunya dilakukan oleh Kelompok Tani di Desa Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya. Saat ini, para petani setempat tengah fokus mengembangkan pembenihan padi biofortifikasi untuk memenuhi kebutuhan benih petani di wilayah Kubu Raya.
“Dari hasil panen terbaru, produktivitas padi biofortifikasi tersebut mencapai 9,2 ton per hektare dan ini akan terus kami tingkatkan,” tuturnya.
Pemerintah daerah pun terus mendorong sosialisasi serta distribusi benih padi biofortifikasi agar semakin banyak petani yang menanam varietas tersebut. Dengan meningkatnya produksi, ketersediaan beras bergizi tinggi di pasar diharapkan semakin luas dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.






