SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Bisnis Harga Minyak Naik di Tengah Ketegangan AS–Iran

Harga Minyak Naik di Tengah Ketegangan AS–Iran

Kilang minyak mentah (Sharesinv.com/Sharesinv.com)

Suara Kalbar – Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Kamis (19/2/2026), didorong meningkatnya kekhawatiran atas potensi konflik militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah kedua negara meningkatkan aktivitas militer.

Minyak mentah Brent naik 91 sen atau 1,3% menjadi US$ 71,26 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 90 sen atau 1,4% ke level US$ 66,09 per barel.

Kedua acuan harga tersebut mendekati level tertinggi dalam enam bulan terakhir setelah melonjak lebih dari 4% pada Rabu (18/2/2026), seiring pelaku pasar memperhitungkan risiko gangguan pasokan apabila konflik benar-benar terjadi.

Analis Saxo Bank, Ole Hansen, mengatakan kenaikan terbaru harga minyak menunjukkan pasar semakin memperhitungkan premi risiko geopolitik yang signifikan, mengingat jalur utama distribusi minyak dunia kembali berada dalam bayang-bayang konflik.

Sekitar 20% pasokan minyak global melewati Selat Hormuz. Media pemerintah Iran melaporkan negara tersebut sempat menutup Selat Hormuz selama beberapa jam pada Selasa (17/2/2026), meskipun belum dipastikan apakah jalur perairan itu telah sepenuhnya dibuka kembali.

Analis Energy Aspects, Richard Jones, menilai harga minyak masih berpotensi melanjutkan reli apabila persepsi pasar terhadap kemungkinan serangan ke Iran semakin meningkat. Sejumlah pelaku pasar disebut mulai meninggalkan ekspektasi tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat dengan Iran dan beralih memperhitungkan risiko aksi militer.

Gedung Putih pada Rabu menyatakan telah terjadi kemajuan dalam perundingan dengan Iran di Jenewa pekan ini, meskipun masih terdapat perbedaan pandangan dalam beberapa isu. Washington juga memperkirakan Teheran akan kembali membawa rincian tambahan dalam beberapa pekan ke depan.

Sementara itu, perundingan damai selama dua hari di Jenewa antara Ukraina dan Rusia berakhir tanpa terobosan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuding Moskow menghambat upaya yang dimediasi AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung empat tahun.

Dari sisi fundamental, persediaan minyak mentah, bensin, dan sulingan AS dilaporkan turun pada pekan lalu, mengutip data American Petroleum Institute. Laporan resmi persediaan minyak AS dari Energy Information Administration dijadwalkan dirilis pada Kamis waktu setempat.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan