SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Wagub Kalbar Desak Pelindo Segera Operasikan Pelabuhan Kijing

Wagub Kalbar Desak Pelindo Segera Operasikan Pelabuhan Kijing

Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan saat diwawancarai beberapa waktu lalu. SUARAKALBAR.CO.ID/Meriy

Pontianak (Suara Kalbar) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendesak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) segera mengoperasionalkan Pelabuhan Internasional Kijing yang hingga kini dinilai belum berfungsi optimal.

Menurutnya, pelabuhan yang dibangun menggunakan anggaran negara bernilai triliunan rupiah itu dirancang sebagai pelabuhan terbesar dan paling strategis di Kalimantan, sehingga penundaannya dinilai merugikan daerah.

“Pelindo itu yang sudah menelan uang negara triliunan rupiah agar segera dioperasikan. Banyak pertanyaan kepada saya soal harga barang mahal dan potensi kemacetan. Kajian itu bukan di tengah jalan, tentu sebelum membangun sudah ada analisis komprehensif terhadap dampak pemindahan pelabuhan ke Kijing,” tegas Krisantus, Rabu (28/1/2026).

Ia menilai selama Pelabuhan Kijing belum difungsikan, Kalimantan Barat mengalami kerugian besar, khususnya pada sektor ekspor komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan hasil tambang. Karena itu, ia menegaskan tidak ada ruang tawar-menawar dalam percepatan operasional pelabuhan tersebut.

“Oleh sebab itu tidak boleh ada tawar-menawar. Saya berharap pelabuhan Kijing segera difungsikan karena Kalimantan Barat sudah rugi puluhan tahun,” katanya.

Krisantus juga menyoroti hilangnya potensi nilai tambah ekonomi daerah akibat ekspor komoditas Kalbar masih melalui pelabuhan di luar provinsi. Ia menilai kondisi tersebut membuat daerah lain justru memperoleh keuntungan administratif dan ekonomi.

“Sawit kita ekspor lewat Dumai, Jakarta, Surabaya, dan tercatat sebagai hasil daerah mereka. Pertanyaannya, di mana kebun sawit di Jakarta? Di mana tambang di Jakarta? Ini akibat Pelabuhan Kijing belum dioperasionalkan,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran kemacetan akibat meningkatnya aktivitas logistik di sekitar pelabuhan, Krisantus menilai hal itu sebagai konsekuensi pertumbuhan ekonomi.

“Kemacetan itu indikator aktivitas. Kalau sudah padat, tanpa diminta pun jalan tol akan dibangun pusat,” pungkasnya.

Penulis: Meriyanti

Komentar
Bagikan:

Iklan