TP PKK dan Dinas Perpustakaan Sekadau Kawal Seleksi Program TPBIS 2026
Sekadau (Suara Kalbar) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sekadau bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sekadau menggelar kegiatan pendampingan pemberkasan bagi calon penerima bantuan perpustakaan tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses seleksi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Pendampingan tersebut dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026, di Aula Sekretariat TP PKK Kabupaten Sekadau, Jalan Merdeka Timur Nomor 23A, Sekadau Hilir. Kegiatan ini mengacu pada Surat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor B.86/4/PPM.06/I.2026 tertanggal 7 Januari 2026 tentang seleksi perpustakaan desa dan kelurahan penerima manfaat TPBIS tahun 2026.
Hadir dalam kegiatan ini Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sekadau, Ahmad Urabi, Sekretaris TP PKK Kabupaten Sekadau Yuspia Basilisa, serta narasumber dari Perpustakaan Daerah Sekadau, Katarina dan Ever. Turut serta pula 20 calon penerima manfaat yang terdiri atas kepala desa dan pengelola perpustakaan desa.
Sejumlah desa yang mengikuti proses pendampingan antara lain Desa Sungai Ringin, Tanjung, Mungguk, Boti, Sungai Sambang, Mahap, Rirang Jati, Sungai Ayak Satu, Maboh Permai, dan Balai Sepuak.
Membuka kegiatan tersebut, Ahmad Urabi menyampaikan bahwa Program TPBIS merupakan bagian dari agenda prioritas nasional untuk memperkuat peran perpustakaan, baik umum maupun desa, sebagai pusat pembelajaran masyarakat. “Program ini diarahkan untuk meningkatkan kecakapan literasi sebagai penopang kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, desa yang lolos seleksi akan menerima bantuan berupa sarana pendukung perpustakaan, antara lain satu unit komputer, satu unit printer, koleksi buku siap layan, serta rak buku.
Ahmad Urabi juga menyinggung capaian kinerja Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Sekadau yang pada tahun 2025 berhasil mempertahankan nilai Key Performance Indicator (KPI) sebesar 100 persen. Selain itu, salah satu fasilitator, Katarina Tutik, masuk dalam nominasi PIC dan fasilitator terbaik tingkat nasional tahun 2025.
Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar ruang penyimpanan buku. “Lebih baik buku rusak karena dibaca daripada utuh tapi berdebu karena tidak pernah disentuh,” kata dia. Perpustakaan, lanjutnya, telah bertransformasi menjadi ruang aktivitas masyarakat, mulai dari pelatihan, sosialisasi, pendidikan, hingga kegiatan kesehatan dan sosial lainnya.
Capaian tersebut menjadi salah satu alasan Perpustakaan Nasional RI kembali memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Sekadau untuk mengusulkan calon penerima manfaat TPBIS tahun 2026. Di Kalimantan Barat, hanya empat daerah yang memperoleh kesempatan tersebut, yakni Kabupaten Sekadau, Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Kapuas Hulu.
Ia juga mengingatkan desa-desa yang telah menerima bantuan rak dan koleksi buku pada 2024 dan 2025 agar mengoptimalkan layanan perpustakaan serta aktif melaporkan kegiatan literasi melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen TPBIS.
Sementara itu, Sekretaris TP PKK Kabupaten Sekadau, Yuspia Basilisa, berharap keberadaan perpustakaan desa mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak usia dini. “Membaca dapat memperkaya kosakata, meningkatkan imajinasi, memperkuat konsentrasi, serta menumbuhkan empati melalui apa yang dibaca,” ujarnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






