SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Gedung Perpustakaan Baru Dongkrak Minat Baca Warga Pontianak

Gedung Perpustakaan Baru Dongkrak Minat Baca Warga Pontianak

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono Saat Melihat Koleksi Buku di Perpustakaan Pontianak Usai Peresmian di Bulan Desember lalu. SUARA KALBAR.CO.ID/Fajar Bahari

Pontianak (Suara Kalbar) – Kehadiran Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak yang baru di Jalan Ampera memberikan dampak nyata terhadap peningkatan minat baca dan aktivitas literasi masyarakat. Sejak diresmikan pada 19 Desember lalu, jumlah kunjungan ke perpustakaan melonjak signifikan, bahkan hampir dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani, mengungkapkan bahwa pada hari pertama operasional pasca peresmian, tercatat sebanyak 218 pengunjung. Selama masa libur sekolah, rata-rata kunjungan berada di angka sekitar 230 orang per hari. Namun, setelah aktivitas sekolah kembali normal, jumlah pengunjung justru meningkat tajam. Saat ini, kunjungan harian mencapai sekitar 470 hingga 490 orang per hari.

“Pada hari pertama dibuka tercatat 218 pengunjung. Saat libur sekolah rata-rata sekitar 230 pengunjung per hari. Sekarang setelah sekolah masuk, justru meningkat menjadi 470 sampai 490 pengunjung per hari,” ujar Rendrayani, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, lonjakan minat tersebut tidak terlepas dari hadirnya gedung perpustakaan baru yang lebih representatif. Gedung yang berlokasi di samping SMAN 8 Pontianak ini dirancang sebagai ruang literasi modern, inklusif, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Saat ini, Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak beroperasi setiap hari kerja pukul 07.30 hingga 17.00 WIB. Pada akhir pekan, layanan tetap dibuka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, kecuali pada hari libur nasional.

Jam operasional tersebut, lanjut Ririn, masih bersifat sementara dan akan disesuaikan seiring pemenuhan sarana pendukung, khususnya penerangan jalan di sekitar kawasan perpustakaan.

“Ke depan, setelah lampu penerangan jalan memadai, kami menargetkan layanan bisa dibuka sampai malam hari, hingga pukul 20.00 WIB,” jelasnya.

Selain koleksi buku dan ruang baca, gedung layanan baru ini juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti ruang rapat, ruang serbaguna, dan studio yang dapat dimanfaatkan komunitas serta masyarakat untuk kegiatan edukatif dan sosial. Seluruh fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis dan tidak bersifat komersial.
Pengunjung yang membaca di tempat tidak diwajibkan menjadi anggota perpustakaan. Namun, keanggotaan diperlukan bagi pengunjung yang ingin meminjam buku untuk dibawa pulang. Perpustakaan Kota Pontianak juga menyediakan layanan digital melalui aplikasi perpustakaan elektronik dengan koleksi sekitar 4.000 judul buku, serta layanan baca daring melalui laman web resmi.

“Perpustakaan ini tidak berorientasi pada keuntungan. Semua ruang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan edukatif, tetapi tidak diperkenankan untuk kegiatan berbayar,” tegas Ririn.

Ia menambahkan, pembangunan gedung layanan perpustakaan ini merupakan hasil proses panjang yang dimulai sejak 2023. Salah satu tantangan utama adalah pemenuhan persyaratan lahan minimal 3.500 meter persegi yang harus berstatus milik pemerintah daerah.

Dari lebih dari 200 daerah pengusul, Kota Pontianak akhirnya terpilih sebagai salah satu dari 29 kabupaten/kota penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2025 dari Perpustakaan Nasional bersama Kementerian Keuangan RI.

Pembangunan gedung dimulai pada 28 Februari 2025 dengan masa kerja 210 hari kalender dan rampung tepat waktu pada 26 September 2025. Gedung tersebut kemudian diresmikan pada 19 Desember 2025.

Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Pemerintah Kota Pontianak berharap Gedung Layanan Perpustakaan ini dapat menjadi pusat literasi, ruang belajar bersama, serta ruang interaksi sosial yang mendorong tumbuhnya budaya baca dan kreativitas masyarakat di Kota Khatulistiwa.

Penulis: Fajar Bahari

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan