SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Sport Amorim Bungkam Soal Transfer Januari, Relasi dengan Manajemen MU Dipertanyakan

Amorim Bungkam Soal Transfer Januari, Relasi dengan Manajemen MU Dipertanyakan

Pemain Manchester United, Mason Mount berjabat tangan dengan pelatih Ruben Amorim dalam pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris menghadapi Sunderland di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu, 4 Oktober 2025. (AP/AP)

Suara Kalbar – Manajer Manchester United, Ruben Amorim, kembali menolak memberikan komentar terkait rencana transfer Januari 2026. Sikapnya ini memicu spekulasi adanya keretakan hubungan dengan manajemen klub, khususnya direktur sepak bola Jason Wilcox.

Dalam konferensi pers jelang laga melawan Leeds pada putaran ke-20 Liga Premier, Amorim memilih bungkam ketika ditanya soal kemungkinan memperkuat skuad. Berbeda dari kebiasaannya, pelatih asal Portugal itu hanya memberi jawaban singkat dan mengelak, seraya menegaskan bahwa belum ada diskusi apa pun dengan klub terkait penambahan pemain di bursa transfer musim dingin.

Sikap tersebut memperkuat tanda tanya setelah pernyataan Amorim pada 24 Desember lalu. Saat itu, ia mengakui bahwa penerapan formasi 3-4-3 secara ideal membutuhkan banyak uang dan waktu bagi Manchester United.

“Saya mulai mengerti bahwa itu tidak akan terjadi. Jadi, mungkin saya harus beradaptasi,” ujar Amorim saat Hari Natal, pernyataan yang langsung memicu spekulasi adanya perbedaan pandangan dengan manajemen klub.

Dari pihak manajemen Manchester United, klub disebut tidak menutup kemungkinan mendatangkan pemain baru pada Januari. Namun, Setan Merah tidak ingin panik di bursa transfer pertengahan musim. Fokus utama klub adalah mempercepat rencana transfer musim panas.

Manchester United masih membutuhkan gelandang bertahan. Klub sempat mengejar Antoine Semenyo, tetapi peluang tersebut dikabarkan terancam kalah bersaing dengan Manchester City.

Awalnya, Amorim tampak sejalan dengan strategi klub. Namun, sikapnya berubah ketika pertanyaan soal transfer kembali muncul. Saat diingatkan mengenai komentarnya tentang kebutuhan dana besar untuk perubahan formasi, Amorim kembali menutup pembahasan.

“Saya tidak ingin membicarakan hal itu. Saya hanya fokus pada pertandingan melawan Leeds,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada informasi terbaru atau perubahan anggaran dari Jason Wilcox, Amorim tetap menghindar sambil tersenyum.

“Saya tidak ingin membicarakan hal itu. Tapi Anda sangat pintar,” ucap dia.

Ini menjadi pertama kalinya dalam 14 bulan Amorim di Old Trafford memperlihatkan tanda ketidaksepahaman dengan hierarki klub. Meski belum tergolong serius, situasi ini memunculkan banyak pertanyaan di tengah kondisi skuad Manchester United yang pincang.

Sejumlah pemain kunci seperti Mason Mount, Bruno Fernandes, Harry Maguire, Matthijs de Ligt, dan Kobbie Mainoo tengah dibekap cedera. Sementara itu, Amad Diallo, Bryan Mbeumo, dan Noussair Mazraoui absen karena membela negara masing-masing di Piala Afrika 2025.

“Kedengarannya seperti alasan, tetapi kehilangan Fernandes, Diallo, dan Mbeumo sekaligus benar-benar nasib buruk,” kata Amorim.

“Mereka bertanggung jawab atas sebagian besar kreativitas dan bola mati. Ketika Anda kehilangan ketiganya, tim mana pun akan kesulitan,” ungkapnya.

Tekanan terhadap Amorim meningkat setelah Manchester United ditahan imbang Wolves, tim penghuni papan bawah, pada pertengahan pekan. Hasil itu memicu cemoohan suporter, sementara sejumlah keputusan pergantian pemainnya menuai kritik.

Meski demikian, Amorim menegaskan keyakinannya terhadap keputusannya.

Ia bersikeras memahami tim lebih baik daripada siapa pun dan selalu mengambil keputusan demi kepentingan klub.

Saat ini, Manchester United berada di peringkat keenam klasemen Liga Premier. Namun, Amorim mengingatkan bahwa jarak dengan para pesaing sangat tipis. Dengan jadwal berat menghadapi Leeds, Burnley, Manchester City, dan Arsenal, awal tahun 2026 jelas menjadi tantangan besar bagi manajer berusia 40 tahun tersebut.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan