SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kubu Raya Pangdam XII/Tanjungpura Bantah Isu Jenazah Anggota Yonif TP882 Tidak Diautopsi

Pangdam XII/Tanjungpura Bantah Isu Jenazah Anggota Yonif TP882 Tidak Diautopsi

Pangdam 12/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael saat menjelaskan penolaksan Otopsi yang dilakukan oleh Pihak Keluarga berinisial RT yang ditemukan meninggal dunia disebuah Kamar Mandi SUARAKALBAR.CO.ID/Iqbal Meizar)

Kubu Raya (Suara Kalbar) –  Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Jamallulael, membantah kabar yang menyebutkan bahwa jenazah anggota Yonif TP882/Hulubalang berinisial RT sengaja tidak dilakukan autopsi setelah ditemukan meninggal dunia di kamar mandi beberapa waktu lalu.

Bantahan itu disampaikan Pangdam menyusul maraknya informasi di media sosial yang mempertanyakan penanganan kematian prajurit tersebut. Dalam berbagai unggahan, beredar tudingan bahwa autopsi tidak dilakukan untuk menutupi penyebab kematian korban.

Jamallulael menegaskan, sejak awal peristiwa penemuan jenazah, pihak Kodam justru menyarankan agar dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis. Namun, usulan tersebut ditolak oleh pihak keluarga.

‎”Kita sudah menyarankan ke pihak keluarga untuk dilakukan Otopsi, namun ditolak, bahkan keluarga sudah meyakini bahwa memang tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah RT,” kata Pangdam 12/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael pada Rabu (17/12/2025).

‎Ia kemudian menjelaskan, hal itu juga diyakini pihak keluarga sejak melihat jenazah secara langsung, bahkan setelah dilaporkan ke Mabes TNI, pihaknya diminta untuk melakukan Otopsi.

‎”Pihak keluarga melihat langsung jenzah, dan kami juga diyakinkan oleh Dokter Rumah sakit bahwa memang tidak ada tanda-tanda kekerasan apapun, namun saat kejadian ini dilaporkan ke Mabes TNI, untuk dilakukan Otopsi, namun pihak keluarga menolak,” terangnya.

‎Pangdam kemudian mejelaskan bahwa, hal ini dibuktikan dengan Surat Pernyataan secara resmi yang dilakukan oleh Pihak keluarga yang lengkap dengan Materainya untuk tidak dilakukan Otopsi terhadap jenazah.

‎”Pada saat itu kami didorong oleh Mabes TNI untuk segera melakukan Otopsi terhadap jenazah, namun pihak keluarga menolak secara resmi dengan sebuah surat pernyataan yang dibuat oleh pihak keluarga,” pungkasnya.

‎Penulis : Iqbal Meizar

Komentar
Bagikan:

Iklan