SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi Belum Dua Tahun Berdiri Plafon SMA Negeri 3 Nanga Pinoh Ambruk, Kualitas Proyek APBD Provinsi Dipertanyakan

Belum Dua Tahun Berdiri Plafon SMA Negeri 3 Nanga Pinoh Ambruk, Kualitas Proyek APBD Provinsi Dipertanyakan

Kondisi plafon ruangan kelas di SMA Negeri 3 Nanga Pinoh yang ambruk.[Suarakalbar.co.id/Dea K Wardhana]

Melawi (Suara Kalbar) -Bangunan gedung SMA Negeri 3 Nanga Pinoh di Desa Nanga Kayan kembali menjadi sorotan. Belum genap dua tahun sejak dibangun, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan. Yang paling menghebohkan, plafon salah satu ruang kelas ambruk pada Jumat (21/11/2025), sehingga mengganggu aktivitas pembelajaran para siswa.

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Nanga Pinoh, Hidayat, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan plafon diperkirakan ambruk pada malam Jumat dan baru diketahui keesokan paginya.

“Ini benar kejadian tersebut. Diperkirakan terjadi pada malam Jumat. Baru diketahui saat pagi hari,”ujar Hidayat, yang akrab disapa Dayat, saat dikonfirmasi jurnalis Suara Kalbar pada Sabtu (22/11/2025).

Hidayat menyampaikan bahwa ruang kelas yang terdampak telah dibersihkan, dan pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar akan kembali normal pada Senin mendatang.

Dayat juga menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui detail konstruksi bangunan sekolah, termasuk site plan dan RAB proyek.

“Kami hanya fokus pada pembelajaran siswa. Serah terima kunci bangunan baru kami terima awal 2024. Saat ini ada 49 siswa yang bersekolah di SMA Negeri 3,” ungkapnya.

Gedung sekolah tersebut dibangun pada akhir 2023 menggunakan anggaran APBD Provinsi Kalimantan Barat, dan pelaksanaannya dilakukan oleh perusahaan pemenang tender.

“Soal pekerjaan bangunan, kami dari pihak sekolah tidak bisa menjelaskan karena bukan kapasitas kami,” tambahnya.

Tak Hanya Ruang Kelas, Ruangan Lain Juga Rusak
Selain plafon ruang kelas, kerusakan juga ditemukan pada ruangan lain, seperti laboratorium dan WC. Bahkan sebelumnya, plafon di area teras sekolah juga sempat rusak namun telah diperbaiki.

“Kami berharap plafon yang ambruk ini bisa segera diperbaiki. Ruangan laboratorium dan WC juga ada kerusakan plafon,” tuturnya.

Hingga berita ini diterbitkan, jurnalis Suara Kalbar masih berupaya mengonfirmasi pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar terkait peristiwa tersebut.

Di tengah kejadian ini, muncul dugaan kuat bahwa kualitas pekerjaan bangunan gedung sekolah kurang baik, mengingat bangunan tersebut belum berusia dua tahun namun telah mengalami kerusakan di beberapa titik.

Masyarakat Melawi pun mendesak pihak berwenang untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan proyek pembangunan sekolah yang dibiayai oleh APBD Provinsi Kalbar.

“Kami berharap ada pemeriksaan serius. Jangan sampai bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak malah membahayakan,” ujar sejumlah warga yang meminta agar evaluasi dilakukan secara terbuka.

Penulis: Dea Kusumah Wardhana

Komentar
Bagikan:

Iklan