CEO Nvidia Peringatkan Amerika, China Kian Unggul di AI
Suara Kalbar – CEO Nvidia Jensen Huang memperingatkan, China bergerak cepat menuju dominasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan bisa menang dalam perlombaan AI apabila Amerika Serikat (AS) terus memperlambat inovasi melalui regulasi yang ketat dan pembatasan ekspor.
Karenanya, Huang mendorong negara-negara Barat untuk mempercepat pengembangan AI, bukan menghambatnya.
“Sangat penting bagi Amerika untuk menang dengan berlari lebih cepat dan memenangkan pengembang di seluruh dunia,” kata Huang, dikutip dari Gizmochina, Sabtu (8/11/2025).
Menurut Huang, subsidi energi dari pemerintah dan dukungan kuat negara membantu perusahaan lokal China maju lebih cepat. Investasi China dalam manufaktur semikonduktor dan penelitian AI menciptakan ekosistem yang menyaingi Amerika dalam skala dan ambisi.
Huang mencatat, meskipun China menghadapi tantangan teknologi, komunitas pengembang dan lingkungan kebijakan di sana sangat termotivasi dan bersatu di bawah tujuan nasional untuk kemandirian AI.
Pemerintah AS baru-baru ini menegaskan kembali larangan penjualan cip AI Blackwell Nvidia yang canggih ke China dengan alasan keamanan nasional. Huang mengkritik pembatasan ini karena dianggap merugikan daya saing AS dan justru mendorong China mempercepat pengembangan cip sendiri.
“Sikap sinis dan regulasi berlebihan membuat perusahaan Amerika sulit bergerak cepat,” ujarnya.
Komentar Huang muncul di tengah meningkatnya ketegangan AS–China terkait teknologi dan perdagangan. Sementara AS fokus membatasi akses China ke perangkat keras AI mutakhir, China meningkatkan inovasi domestik.
“Kami ingin Amerika menang. Menang berarti membangun lebih cepat, bukan membangun tembok,” tegas Huang.
Sumber: Beritasatu.com






