Qara’a Berikan Beasiswa kepada Siswa Madrasah Kalbar yang Selesaikan Misi Belajar Al-Qur’an
Pontianak (Suara Kalbar) – Suasana haru dan penuh semangat terasa di Ballroom Hotel Maestro Pontianak, Sabtu (25/10/2025), saat Qara’a Scholarship Award digelar oleh Qara’a platform pembelajaran Al-Qur’an berbasis kecerdasan buatan (AI). Acara ini menjadi bentuk apresiasi bagi para siswa madrasah di Kalimantan Barat yang berhasil menyelesaikan misi belajar Al-Qur’an selama tiga bulan melalui aplikasi Qara’a.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Wali Kota Pontianak, para kepala madrasah, orang tua siswa, serta para pelajar penerima beasiswa.
Qara’a dikenal sebagai aplikasi pembelajaran Al-Qur’an berbasis AI pertama di Indonesia. Aplikasi ini menggunakan teknologi speech recognition yang mampu mendeteksi kesalahan bacaan, baik dari segi makhraj maupun tajwid, kemudian menyesuaikan materi pembelajaran sesuai kemampuan masing-masing pengguna.
Sejak diluncurkan, Qara’a telah mencatat lebih dari 2 juta pengguna terdaftar dan 700.000 pengguna aktif bulanan di Indonesia, Malaysia, dan India. Melalui kolaborasi dengan madrasah, lembaga pendidikan, serta instansi pemerintah, Qara’a berkomitmen memperluas akses literasi Al-Qur’an di seluruh nusantara.
Pendekatan berbasis teknologi yang diusung Qara’a menjadi jawaban atas tantangan rendahnya kemampuan baca Al-Qur’an di Indonesia. Berdasarkan berbagai penelitian, lebih dari 65 persen umat Muslim di Indonesia belum dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Untuk itu, Qara’a menghadirkan konsep pembelajaran adaptif dan gamifikasi yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik, mudah, dan bisa diakses kapan saja.
Founder sekaligus CEO Qara’a, Hajon Mahdy Mahmudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa beasiswa ini diberikan sebagai bentuk dorongan agar para siswa terus mencintai Al-Qur’an sekaligus membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Melalui beasiswa ini, kami ingin memberikan motivasi kepada para pelajar untuk terus mencintai Al-Qur’an sekaligus menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Hajon.
“Ini bukan sekadar penghargaan bagi siswa berprestasi, tetapi langkah nyata dalam misi kami mengentaskan buta aksara Qur’an di Indonesia.”
Dalam acara tersebut, setiap penerima beasiswa memperoleh uang tunai pendidikan sebesar Rp1.000.000 dan akses premium aplikasi Qara’a agar dapat melanjutkan proses belajar secara mandiri.
Kehadiran para kepala madrasah, guru, orang tua, dan siswa menambah kekhidmatan suasana penghargaan tersebut. Banyak pihak berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia.
Menutup sambutannya, Hajon Mahdy Mahmudin menegaskan harapannya agar lahir generasi Qurani dari Kalimantan Barat yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga berakhlak mulia dan melek teknologi.
“Harapan kami, dari Kalimantan Barat akan lahir generasi Qurani yang bukan hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga berakhlak mulia dan melek teknologi,” tutupnya.






