SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Hikmah Covid-19, Pengusaha ini Bangun Tempat Usaha Sendiri

Hikmah Covid-19, Pengusaha ini Bangun Tempat Usaha Sendiri

Para pelanggan bermain playstation di tempat usaha Wily (28) di Sekadau, Rabu (3/6/2020).

Sekadau (Suara Kalbar) – Wily (28), satu diantara pengusaha playstation di Kabupaten Sekadau harus bisa memutar otak akibat menurunya omset serta harus bisa memastikan agar usahanya tetap berjalan dan bertahan.

Meski sekarang aturan sudah mulai dilonggarkan karena pemerintah akan menerapkan aturan new normal, namun beberapa sektor usaha belum sepenuhnya terlihat pulih dari bayang-bayang dampak pandemi Covid-19.

“ Saya mencoba mencari jalan keluar agar usahanya jangan sampai terhenti karena sepinya pengunjung akibat pemberlakukan physical dan sosial distancing pada awal merebaknya virus menular,”  ujar Wily, satu diantara pengusaha playstation kepada suarakalbar.co.id.

Dia mencoba mengambil hikmahnya dengan berinisiasi membangun ruko sendiri dilahan dekat rumahnya dengan niat memotong Cost pengeluaran akibat minimnya pemasukan.

“Ya saya coba ambil hikmahnya dari Covid-19 ini. 3 minggu menjalankan usaha selama awal-awal Covid-19 buka malam susah, dirajia terus dan buka siang pun sepi. Jadi saya mikir gimana mau bayar kontrak ruko tahun depan. Setelah kompromi dengan keluarga akhirnya saya bangun ruko sendiri saja bulan April kemarin disini dekat rumah. Kebetulan juga pas ada tabungan sedikit,”  katanya.

Berawal dari sebuah hobi,  dia menangkap peluang dan memulai usahanya dari Januari 2016 dengan menyewa ruko didaerah pasar baru Sekadau. Untuk biaya sewa saja pada tahun pertama dan kedua yaitu Rp 25 juta kemudian tahun ketiga dan keempat naik Rp 30 juta.

Maka dengan tingginya sewa ruko membuat dia kewalahan ditengah minimnya pendapatan. Willy mengaku untuk omzet setelah menempati ruko sendiri ada sedikit peningkatan karena sudah tidak memikirkan biaya sewa ruko lagi.

“Sebenarnya untuk omset kurang lebihlah waktu di ruko pasar baru. Setelah bayar listrik dan token, diatas Satu Juta sih adalah. Enaknya kita disini punya sendiri dan gak mikirkan bayar sewa ruko lagi,” jelasnya.

Sejak Maret 2020, pelaku usaha dilarang membuka usahanya pada malam hari karena bisa mengumpulkan orang dalam jumlah banyak. Jika pun dibuka pada siangnya maka harus menerapkan protokol kesehatan diantaranya menyiapkan tempat cuci tangan.

Ia berpesan kepada semua pelaku usaha apapun itu untuk tetap semangat meski pandemi Covid-19 belum tau kapan akan berakhir.

Menurutnya wabah ini merupakan sebuah tantangan bagi para pengusaha yang harus dilewati dengan terus menciptakan inovasi dan menguji kreativitas terutama dibidang jasa layanan rental Playstation.

“Ya terutama ini motivasi bagi saya sendiri untuk terus semangat dan jangan menyerah. Semua usaha pasti ada tantangannya. Semoga pandemi ini segera berakhir agar aktivitas kehiduoan manusia bisa berjalan normal dan pelaku usaha bisa menjalankan usahanya seperti sedia kala,” katanya.

Penulis      : Tambong Sudiyono

Editor        : Hendra

Komentar
Bagikan:

Iklan