Pemprov Kalbar Respon Dinamika Demonstrasi, Tekankan Antisipasi dan Kondusivitas
Pontianak (Suara Kalbar) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengadakan Rapat Antisipasi Situasi Terkini bersama Forkompimda dan elemen masyarakat, yang dirangkaikan dengan Doa Bersama untuk Bumi Khatulistiwa di Balai Petitih Kantor Gubernur, pada Senin (01/08/2025).
Gubernur Kalbar, Ria Norsan menegaskan, pertemuan tersebut digelar untuk menyikapi dinamika yang terjadi di daerah, termasuk aksi demonstrasi yang dalam beberapa hari terakhir diwarnai kericuhan dan perusakan fasilitas umum.
“Kita berkumpul bersama-sama dalam rangka menyikapi situasi dan kondisi daerah kita di Kalbar. Kita lihat hari ini terjadi hal yang tidak kita inginkan, ada demonstrasi yang mengakibatkan tindakan melawan hukum, pengerusakan. Karena itu, kita bersama seluruh elemen masyarakat mencari langkah antisipasi supaya ke depan tidak terulang,” ujarnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa aspirasi mahasiswa tetap akan diterima dengan baik.
“Apa yang menjadi tuntutan mereka akan kita sampaikan ke pemerintah pusat, terutama terkait kenaikan tunjangan dan isu perampasan aset. Kita tampung dan teruskan,” katanya.
Ria Norsan berharap tuntutan mahasiswa dapat direalisasikan. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di daerah.
“Antisipasi harus kita lakukan agar jangan sampai ada demo yang anarkis. Kita khawatir ada penyusup, seperti yang terjadi di daerah lain dengan pembakaran, penjarahan, dan pengerusakan. Ini yang harus kita cegah bersama,” ujarnya.
Adapun 7 poin kesepakatan tersebut yakni, mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS) yang aman dan kondusif, mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu terkait aksi unjuk rasa yang dapat mengakibatkan tindakan anarkis, pengrusakan, dan pembakaran fasilitas umum, dalam dalam menyampaikan pendapat di muka umum tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan tidak melanggar hukum, serta tidak melukai hati masyarakat, Dalam menggunakan media sosial dilakukan secara bijak, dengan tidak menyebarkan berita hoax dan provokatif yang belum jelas kebenarannya.
Lalu, Waspada terhadap kelompok yang berupaya menciptakan kericuhan, pengrusakan dan tindakan melawan hukum; Apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan agar melaporkan kepada pihak kepolisian atau yang berwajib, dan Mengajak seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Provinsi Kalimantan Barat.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi pedoman bersama agar situasi di Kalbar tetap aman dan terkendali.
Penulis: Meriyanti






